Jamaah Ansharut Tauhid

Jamaah Ansharut Tauhid atau (JAT) merupakan sebuah organisasi Islam di Indonesia. Jamaah Ansharut Tauhid merupakan pecahan dari MMI.


Jamaah Ansharut Tauhid
Tribunnewswiki.com
Jamaah Ansharut Tauhid 

Jamaah Ansharut Tauhid atau (JAT) merupakan sebuah organisasi Islam di Indonesia. Jamaah Ansharut Tauhid merupakan pecahan dari MMI.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Jamaah Ansharut Tauhid atau (JAT) merupakan sebuah organisasi Islam di Indonesia.

Jamaah Ansharut Tauhid merupakan pecahan dari MMI.

Jamaah Ansharut Tauhid terindikasikan sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat.

Dan diketahui melatar belakangi Bom Bali 2002.

  • Sejarah


Jama’ah Ansharut Tauhid (JAT), organisasi yang didirikan oleh Abu Bakar Bas’asyir pada September 2008 sejak awal mulanya merupakan organisasi yang membingungkan.

JAT yang seolah-olah merupakan organisasi terbuka juga mempunyai anggota yang diketahui memiliki kaitan dengan sejumlah DPO teroris.

Organisasi ini telah menerima banyak anggota Jemaah Islamiah (JI), tapi JAT tidak sefaham dengan kepemimpinan JI mengenai strategi dan taktik.

Mereka berkhotbah perlunya berjihad melawan musuh-musuh Islam, tapi bersikeras bahwa kegiatan JAT tidak melanggar hukum – meskipun pada prinsipnya mereka menolak seluruh hukum buatan manusia sebagai haram.

JAT merupakan sebuah ormas tapi secara keseluruhan bergantung pada satu orang, yaitu Ba’asyir, yang tanpanya akan cepat bubar.

Abu Bakar Baasyir
Abu Bakar Baasyir

JAT telah menjadi sebuah elemen penting dalam jaringan kelompok jihadi di Indonesia, tapi selama ini telah menjadi sasaran kritik tajam dari beberapa sekutunya.

Bila sosok JAT beserta berbagai wajah yang dimilikinya bisa diketahui, dan keretakan ideologi yang telah diakibatkannya, mungkin kelemahan-kelemahan dan perselisihan yang terjadi di dalam gerakan jihadi di Indonesia saat ini bisa lebih dimengerti.

Report ini juga menyoroti bagaimana pengaruh Ba’asyir yang masih kuat tapi kemungkinan mulai memudar. (1)

  • Jaringan
    • Amir Jamaah, Kantor Pusat JAT berada di Jl. Semenromo No.15.B RT.02/21, Cemani, Grogol, Sukoharjo.
    • Amir Wilayah, setingkat Provinsi, terdapat 7 Amir Wilayah JAT.


  • Pergerakan


Sisi gelap kegiatan JAT menjadi perhatian media pada tanggal 6 Mei 2010, setelah Densus 88 menggerebek markas Jama’ah Ansharut Tauhid (JAT) di Jakarta dan menuduh tiga petinggi JAT terkait pengumpulan dana untuk sebuah kamp latihan tempur yang terungkap di Aceh akhir bulan Februari.

Pada tanggal 12 Mei, polisi menggelar rekonstruksi pertemuan di Jakarta Selatan yang melibatkan dua orang (yang sekarang ditahan), yang diketahui menjadi pelatih kamp training tersebut, dengan satu orang lain, yang memakai gantungan nama bertuliskan “Abu Bakar Ba’asyir”.

Tuduhan tentang keterlibatan orang JAT dalam pencarian dana dan latihan tempur dengan segera memicu spekulasi bahwa Ba’asyir akan ditangkap lagi dalam waktu dekat.

Abu Bakar Ba'asyir (tengah)
Abu Bakar Ba'asyir (tengah) (Kompas.com)

Apabila Ba’asyir ditangkap, untuk yang ketiga kalinya sejak Bom Bali I, dampaknya akan terbatas, baik terhadap ekstrimisme maupun terhadap politik di Indonesia.

Ba’asyir selama ini telah menjadi duri bagi pemerintah sejak awal tahun 1970an.

Ia merupakan sesepuh gerakan radikal di Indonesia, tapi ia bukan penggerak utama maupun ideolog yang paling penting, dan banyak diantara sesama jihadis yang mengkritiknya, menyebut Ba’asyir kurang punya kemampuan strategi atau administratif.

Namun demikian, status selebriti Ba’asyir, program dakwah yang aktif, dan perekrutan anggota yg cepat, tanpa proses kaderisasi yang berarti, telah membuat JAT menjadi sebuah organisasi dengan struktur berskala nasional hanya dalam waktu dua tahun sejak pendiriannya.

Rekrutmen dilaksanakan melalui tabligh akbar dan pengajian yang lebih kecil, terbuka untuk umum, dimana Ba’asyir dan ustadz-ustadz lain menghimbau pengikutnya untuk menerapkan syariat secara kuffah, menolak sistem demokrasi, dan berjihad terhadap musuh.

Wajah publik ini rupanya menjadi semacam cover untuk lingkaran kecil didalam JAT yang mendukung kekerasan.

JAT tidak bisa bertahan lama sebagai organisasi berwajah dua – banyak orang ditarik ke JAT karena kegiatan dakwah yang sifatnya militan tapi sah.

Kalau ternyata betul-betul pemimpinnya terkait aksi teroris, banyak anggotanya pasti keluar.

Sebetulnya, proyek jihadi di Indonesia sudah gagal.

Terpecah belahnya gerakan radikal dan terus-menerus membuat aliansi baru merupakan reaksi terhadap kegagalan ini.

Tak ada indikasi apapun bahwa gerakan ekstrimis ala Noordin Top sedang meningkat.

Yang kita lihat justru adalah wajah lama membungkus ide lama dengan kertas baru.

Untuk ke depan, tantangan yang lebih berat untuk Indonesia adalah bagaimana menangani aspirasi JAT yang mengirim pesan ke publik bahwa demokrasi tidak cocok dengan Islam; bahwa hanya daulah islamiyah bisa menghidupkan nilai-nilai Islam; dan syariat Islam harus menjadi sumber keadilan. (1)

  • Kasus Terorisme


Pengamat Terorisme dari Pusat Kajian Keamanan Nasional (Puskamnas) Ali Asghar mengatakan muasal JAD yakni dari kelompok Jamaah Ansharut Tauhid (JAT).

JAT sendiri, lanjut Ali, merupakan pecahan dari kelompok Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) pimpinan Abu Bakar Baasyir.

MMI awalnya banyak diisi oleh orang-orang yang merupakan alumni, yang pernah ikut ke Afghanistan.

Mereka menyebutnya mujahidin Afghanistan. Salah satu di antaranya adalah Aman Abdurrahman.

Sebagian anggota kemudian hengkang dari MMI, lalu membentuk JAT.

Alasan mereka keluar lantaran Abu Bakar tidak menghendaki sistem pergantian kepemimpinan yang otomatis membuatnya terus memimpin MMI sampai akhir hayat.

Ali mengatakan, JAT dibentuk pada 2008. Selang dua tahun kemudian, tepatnya 2010, Abu Bakar ditahan sehingga membuat peta kekuatan jaringan mereka melemah.

Di saat yang sama, Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) melakukan deklarasinya secara global.

Bahrun Naim, dalam kondisi itu, berada di Suriah dan menyerahkan mandat kepada Aman Abdurrahman untuk memimpin JAD di Indonesia.

Karena ini pula, menurut Ali, Aman merupakan tokoh kunci JAD di Indonesia.

Saat terbentuk, JAD menjadi seperti agen yang mengirimkan warga Indonesia ke Suriah.

Aman Abdurrahman adalah terdakwa kasus bom di Jalan MH Thamrin beberapa tahun lalu.

Dia diduga memiliki andil meredam kericuhan dan penyanderaan Rutan Markas Korps Brimob, Mei 2018.

Jumat (11/5) lalu, Aman seharusnya menjalani sidang penuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Kuasa hukum terdakwa Aman Abdurrahman, Asrudin Hatjani mengatakan penundaan pembacaan sidang tuntutan Aman diduga dilatarbelakangi peristiwa rusuh di rutan Mako Brimob. (2)

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)



Informasi
Organisasi Jamaah Ansharut Tauhid
Dibentuk 27 Juli 2008
Jenis Organisasi Masyarakat
Tujuan Terorisme
Kantor Pusat Jl. Semenromo No.15.B RT.02/21, Sukoharjo


Sumber :


1. www.crisisgroup.org
2. www.republika.co.id






ARTIKEL REKOMENDASI



KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2019 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved