TRIBUNNEWSWIKI.COM – Jelang pelantikan presiden tanggal 20 Oktober 2019, desas desus terkait siapa saja yang akan masuk dalam jajaran kabinet Jokowi-Maruf semakin sering terdengar.
Beberapa nama pun muncul yang kemudian diyakini akan mengisi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.
M Qodari, seorang pengamat politik memprediksi 55 persen kabinet akan diisi dari kalangan professional dan 45 persen sisanya dari kalangan politik.
Dari unsur politik, Qodari memprediksi beberapa nama yang akan digaet Jokowi, termasuk didalamnya ada Yenny Wahid, Ilham Habibie hingga Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Misalnya dari PDI Perjuangan pak Budi Gunawan, Eriko Satorduga dan yang lain. Di luar itu, nama-nama yang mungkin mewakili kelompok atau ormas besar. Atau, dari keluarga politisi atau anak Presiden. Misalnya, Yenny Wahid, putri Presiden Keempat, Gusdur," kata Qodari.
"Dugaan saya Yenny masuk kabinet, berpeluang. Kemudian, Ilham Habibie anaknya pak Habibie. Ilham yang notabene punya perhatian kepada masalah sosial poltik, di ICMI. Kemudian yang pasti ingin masuk juga dan sinyalnya jelas dari Demokrat adalah AHY, putra pak SBY," lanjut Qodari seperti ditulis Tribunnews.com.
Pendapat yang sama diungkapkan oleh Ray Rangkuti yang menilai bahwa dengan memasukkan Yenny Wahid dan Ilham Habibie sebagai menteri akan memberikan dampak posistif bagi Jokowi.
Baca: TERUNGKAP Buzzer untuk Istana, Seword Ungkap Nama di Tim : Denny Siregar, Abu Janda dan Eko Kuntadhi
Baca: Prediksi Menteri Kabinet Jokowi-Maruf, 3 Anak Mantan Presiden Minus Anak Megawati hingga 3 Srikandi
"Tentu memiliki keuntungan politik, setidaknya hal ini dapat memperkuat barisan dukungan dari kalangan masyarakat sipil," ujar Ray Rangkuti dikutip Tribunnewswiki dari Tribunnews pada Rabu (9/10/2019).
Berbeda dengan tiga anak presiden yang diprediksi masuk jajaran menteri Jokowi, putra dari Presiden Megawati Soekarnoputri, Pranananda Prabowo justru diprediksi sebaliknya.
Hal tersebut dinilai berkaitan dengan pembagian tugas antara Puan Maharani dan Prananda Prabowo.
Baca: Bahlil Lahadalia
Baca: Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid (Yenny Wahid)
"Puan di politik praktis. Sementara Nanan (Prananda Prabowo) menjaga gawang, jaga partai. Dan saya lihat mas Nanan, tipenya bukan eksekutor. Tapi pemikir atau idiolog. Jadi, kemungkinan ada tiga anak presiden yang berpeluang masuk kabinet," kata Qodari.
"Dan ini bisa menjadi, paling tidak proses generasi politik ke depan. Karena tahun 2024 akan menjadi generasi baru," lanjut Qodari.
Selain nama tiga anak mantan Presiden Indonesia, belakangan juga muncul kabar terkait beberapa nama pengusaha yang digadang-gadang bakal isi posisi menteri di pemerintahan Jokowi-Ma’ruf.
Beberapa nama tersebut muncul melalui survei dan ada juga yang secara langsung disinggung Jokowi.
Baca: Seorang Hakim Thailand Tembak Dirinya Sendiri di Pengadilan Usai Kutuk Sistem Peradilan
Baca: Hapus Desain Sepatu Bertema Protes di Hong Kong dari Kompetisi, Vans Diboikot Pendemo
Bahlil Lahadalia
Salah satu nama yang paling santer dikabarkan akan menjadi menteri di pemerintahan Jokowi-Ma’ruf adalah Bahlil Lahadalia.
Hal tersebut muncul lantaran Jokowi yang secara langsung mengatakan bahwa Bahlil dinilai cocok menjadi menteri.
Pernyataan Jokowi tersbeut disampaiakan ketika ia berpidato pada acara Silaturahim Nasional dan Buka Puasa Bersama HIPMI di Ritz-Carlton, Kuningan pada Minggu (26/5/2019).
"Saya melihat-lihat adinda Bahlil ini kelihatannya cocok jadi menteri. Saya lihat dari samping, saya lihat dari bawah ke atas, cocok ini kelihatannya," kata Jokowi disambut sorakan dan tepuk tangan para peserta acara HIPMI ketika itu.
Bahlil Lahadalia merupakan pengusaha sukses di bidang perdagangan kayu.