Dugaan Keterkaitan Penumpang Gelap Demo Jakarta dan Dalang Rusuh Wamena, BIN: Bukan Mahasiswa

Aksi demo di Jakarta, Badan Intelijen Negara (BIN) sebut ada penumpang gelap, miliki keterkaitan satu sama lain dengan dalang kerusuhan Wamena


zoom-inlihat foto
lirik-lagu-pergerakan-mahasiswa.jpg
TRIBUNNEWS.COM/IQBAL FIRDAUS
Ruas Tol Dalam Kota arah Semanggi ditutup dan tidak bisa dilewati kendaraan akibat aksi demo di depan Gedung DPR-MPR RI, Jakarta Pusat, Selasa (24/9/2019). Massa menggelar aksi terkait RKUHP dan RUU KPK serta isu lainnya yang sedang bergulir.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Aksi demo di Jakarta, Badan Intelijen Negara (BIN) menyebut ada penumpang gelap yang memiliki keterkaitan satu sama lain dengan dalang kerusuhan Wamena.

Badan Intelijen Negara (BIN) mencium adanya penumpang gelap di balik rusuhnya demonstrasi di DPR RI dalam beberapa hari lalu dan dalang kerusuhan di Wamena.

Mereka disebut memiliki keterkaitan satu sama lain.

Juru bicara BIN, Wawan Hari Purwanto mengatakan pihaknya mengindikasikan hal itu berdasarkan keterangan orang-orang yang ditangkap dalam aksi demo di Jakarta dan kerusuhan Wamena.

“Mohon maaf kalau boleh saya bilang afiliasinya tidak jauh-jauh.

kami akan terus investigasi dari orang-orang yang ditangkap

Yang ditangkap ini kan biasanya hanya pelaksana di lapangan,” ungkap Wawan ketika berkunjung ke kantor redaksi Tribunnews.com di Palmerah, Jakarta Pusat, Kamis (3/10/2019).

Baca: Pelajar dan Preman Berseragam SMA Ditangkap Polisi, Ikut Demo DPR dengan Iming-iming Uang Rp 20 Ribu

Baca: FOTO Viral Pemuda Dikepung Kabut Gas Air Mata, Polisi Tangkap Pemuda dalam Foto: Ini Alasan Polisi

 

Foto pelajar melakukan Aksi Tolak RUKHP di Belakang Gedung DPR/MPR, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (25/9/2019). Foto ini sempar viral dan pemuda dalam foto itu ditahan polisi.
Foto pelajar melakukan Aksi Tolak RUKHP di Belakang Gedung DPR/MPR, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (25/9/2019). Foto ini sempar viral dan pemuda dalam foto itu ditahan polisi. (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Wawan meyakini bahwa gerakan penyampaian aspirasi oleh mahasiswa adalah murni untuk memprotes sejumlah revisi undang-undang yang dinilai kontroversial.

“Kalau mahasiswa memang murni, mereka sudah tegaskan kalau ada yang langgar waktu ketentuan itu bukan mereka

dan kalau ada aspirasi turunkan Presiden Joko Widodo itu juga bukan mereka."

"Hal yang sama juga terjadi pada demo buruh yang terbukti tak berakhir dengan kerusuhan dan berakhir tertib,” lanjutnya.

Baca: Rusuh Wamena: Kisah Pembuat Bata, Lihat Mayat Bergelimpangan, Minta Diantar Polisi demi Ambil Baju

Pria asal Kudus, Jawa Tengah, itu tak menampik potensi gerakan-gerakan penyampaian aspirasi jelang tanggal 20 Oktober 2019 masih akan terjadi seperti aksi unjuk rasa oleh mahasiswa dan pelajar dalam beberapa waktu terakhir.

Namun Wawan menegaskan dinamika yang sudah terjadi dan akan terjadi masih terkontrol.

“Kalau melihat di media sosial masih terus ada ajakan, ada potensi karena mereka terus melontarkan isu-isu."

"Termasuk ada tuntutan presiden untuk mundur

cuma isunya saat ini mengecil dan diusahakan tak membesar

semua dinamika ini memang masih terkontrol dan tidak membahayakan situasi,” katanya.

Suasana kerusuhan di Wamena
Suasana kerusuhan di Wamena (Twitter/@antilalat)

Wawan mengakui BIN sudah mengetahui siapa saja yang berpotensi sebagai penggerak dinamika jelang pelantikan presiden mendatang.

Akan tetapi ia menolak untuk menyebutkannya agar tidak memperkeruh situasi.

“Upaya pencegahannya adalah dengan dekati simpul-simpulnya.





Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved