Rusuh Wamena: Kisah Pembuat Bata, Lihat Mayat Bergelimpangan, Minta Diantar Polisi demi Ambil Baju

Kesaksian pekerja pembuat bata asal Kebumen saat kerusuhan Wamena, rumah hancur, lihat mayat bergelimpangan, minta diantar polisi demi ambil baju


zoom-inlihat foto
salah-satu-bangunan-di-wamena-kabupaten-jayawijaya-papua.jpg
Dok Staff Khusus Gubernur Papua
Salah satu bangunan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, yang hangus terbakar saat terjadi amuk massa pada 23 September lalu, Rabu (25/9/2019)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kesaksian pekerja pembuat bata asal Kebumen saat kerusuhan Wamena, rumah hancur, lihat mayat bergelimpangan, minta diantar polisi hanya untuk ambil baju.

Trauma yang mendalam masih menimpa Budiarto (43), seorang pekerja pembuat bata di Wamena, Papua.

Pria asal Kebumen yang kini mengungsi di Posko Masjid Al Aqsha, Distrik Sentani, Jayapura, Papua, melihat langsung kejadian di Wamena.

Budiarto bahkan melihat langsung mayat bergelimpangan dalam kerusuhan di Wamena tersebut.

Budarto menuturkan bahwa pada Senin (23/9/2019) pagi awalnya dia bersama tiga kawannya pergi meninggalkan rumah.

Baca: Rusuh Wamena, Ribuan Warga Jatim Masih Belum Terevakuasi

Baca: RUSUH WAMENA, 14 Warga Diselamatkan Warga Asli Papua: Selamat karena Disembunyikan di Rumah

Seorang warga mencium Orang Asli Papua (OAP) yang menyelamatkannya saat kerusuhan di Wamena terjadi, Senin, 23/9/2019.
Seorang warga mencium Orang Asli Papua (OAP) yang menyelamatkannya saat kerusuhan di Wamena terjadi, Senin, 23/9/2019. (repro whatsapp)

Mereka hendak menuju ke pabrik pembuatan bata untuk bekerja.

Belum sampai ke lokasi tujuan, di arah Kota Wamena ia melihat kerusuhan yang meledak.

"Saya kerja bikin batako di sana (Wamena). Hari Senin pagi lagi jalan ke kota, sampai ke kota ada kejadian (kerusuhan), gak jadi bikin batako," kata Budiarto kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (2/10/2019).

Kemudian, Budiarto pun diajak untuk tinggal sementara di rumah bosnya yang berlokasi agak jauh dari pusat Kota Wamena.

Baca: Rusuh Wamena, Buruh Pabrik Tahu Lolos dari Amuk Massa, Sempat Terkepung, Disembunyikan Warga Lokal

Setelah itu, Budiarto dan tiga kawannya yang juga dari Kebumen berlindung di Polres Wamena.

Budiarto mengaku sempat meminta diantar kepada aparat polisi untuk mengambil baju di rumahnya.

Saat pulang, Budiarto kaget mendapati rumahnya sudah hancur.

"Pulang ngambil baju sambil dikawal polisi, pas ke sana, rumah udah hancur semuanya.

Di rumah itu saya tinggal sama kawan-kawan berempat dari Kebumen," kata Budiarto.

Budiarto mengaku untuk sementara tak ingin lagi pergi ke Wamena.

Budiarto mengaku merasa takut setelah melihat korban dibunuh massa dengan cara dibacok dan dibakar.

"Pengen pulang dulu lah (ke Kebumen), masih takut, ngeri.

Istirahat dulu lah, takut, trauma lihat orang dibakar, dibacok dulu baru dibakar, dimasukan ke api kan biar hangus toh,

saya lihat jenazahnya, kan (korban) dibawa ke polres, itu udah hangus," ungkapnya.

Namun, Budiarto mengaku tidak menutup kemungkinan dia bisa kembali ke Wamena untuk kembali bekerja.





Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved