Siswa SMP Meninggal Saat Dihukum Lari Keliling Sekolah oleh Gurunya, Simak Kronologi Kejadian

Seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Manado meninggal setelah menjalani hukuman berlari di halaman sekolahnya.


zoom-inlihat foto
fanli-lahingide-3.jpg
(KOMPAS.com/SKIVO MARCELINO MANDEY)
Jenazah Fanli disemayamkan di rumah duka di kompleks Perumahan Tamara, Kecamatan Mapanget Barat, Manado, Rabu (2/10/2019) pukul 13.22 WITA


Korban kemudian dilarikan ke RS AURI pada pukul 08.30 WITA.

Sesampainya di RS AURI, korban kemudian dirujuk ke RS Prof Kandou.

"Bahwa korban sudah dua kali terlambat datang ke sekolah, dan pada saat mendapat tindakan lari, korban tidak mengeluh sakit," kata Kapolsek Muhlis mengutip keterangan saksi Asri.

Muhlis juga mengatakan, polisi sudah mendatangi tempat kejadian perkara.

"Peristiwa ini sudah dilaporkan ayah korban ke polisi," tandas Muhlis.

Keluarga Terpukul

Tenda sudah berdiri di rumah duka.

Jenazah Fanli akan dimakamkan pada Kamis (3/10/2019) di Kelurahan Kima Atas, Kecamatan Mapanget, Manado.

Kepergian Fanli Lahingide (14), siswa SMP di Manado yang tewas saat dihukum lari oleh guru piket berinisial CS, Selasa (1/10/2019) pagi menyisakan kepedihan bagi orangtua dan keluarganya.

Julian Mandiangan, ibu Fanli, mengaku sangat terpukul dengan peritiwa ini.

"Anak saya pergi ke sekolah dengan keadaan sehat-sehat dan kembali sudah terbujur kaku," kata Julian saat diwawancara Kompas.com di rumah duka kompleks Perumahan Tamara, Kecamatan Mapanget Barat, Manado, Rabu (2/10/2019) pukul 13.22 Wita.

Julian menambahkan, bahwa hukuman yang diberikan kepada anaknya sudah kelewatan.

"Kami tidak menerima ini. Apalagi guru yang menghukum anak saya Fanli, pernah juga menghukum anak saya yang tua (Yulita) dengan mencubit sampai biru," ungkap Julian.

Julian juga sangat terpukul dengan kepergian Fanli.

"Anak saya itu pendiam dan rajin ke sekolah. Ke sekolah ayahnya yang selalu antar. Dia juga tidak ada sakit," kata Julian dengan mata berkaca-kaca.

Ia berharap kejadian ini tidak terjadi sekolah lain.

Julian berharap agar Dinas Pendidikan juga harus memperhatikan kejadian seperti ini.

"Cukup anak saya yang mengalami kejadian seperti ini. Kepolisian agar mengusut tuntas kasus ini, agar pelaku bisa dihukum sesuai aturan," katanya.

Dirujuk ke  Rumah Sakit Lain

Julia menceritakan, saat mendengar anaknya dibawa ke RS AURI, dirinya sangat syok.





Halaman
1234
Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved