RUSUH WAMENA, 14 Warga Diselamatkan Warga Asli Papua: Selamat karena Disembunyikan di Rumah

Dia dan 13 kawannya yang lain diajak bersembunyi di rumah warga asli Wamena tersebut sampai akhirnya Sunam diamankan aparat.


zoom-inlihat foto
rusuh-wamena00999.jpg
TRIBUNNEWS BOGOR/NAUFAL FAUZY
Sunam (33), korban selamat rusuh Wamena yang selamat karena disembunyikan warga asli Papua.


Itu dari jam 10.00 sampai jam 16.00 baru ada petugas yang bantu evakuasi.

Kita dibawa ke Polres," katanya.

Rahmatia mengaku rumah tempatnya tinggal saat itu sudah dalam kondisi hangus terbakar termasuk barang-barang di dalamnya.

Diberitakan sebelumnya, Polda Papua sampai Selasa (1/10/2019) telah mengamankan sedikitnya 7 tersangka yang terlibat dalam kerusuhan dalam unjuk rasa di Wamena, Papua.

Baca: Soal Kerusuhan Wamena, Jokowi : Polisi Telah Tangkap Beberapa Tersangka

Baca: 5 Wisata Menarik di Wamena, Melihat Suku Dani di Lembah Baliem hingga Mumi di Distrik Kerulu

"Di Wamena kemarin sampai hari ini tujuh tersangka yang sudah diamankan," kata Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw saat ditemui TribunnewsBogor.com di Distrik Sentani, Jayapura, Selasa (1/10/2019).

Sampai saat ini Paulus mengaku bahwa pihaknya belum bisa memaparkan tindak pidana apa yang dilakukan para tersangka ini.

Namun tidak menutup kemungkinan, kata dia, pasal yang diterapkan bakal berlapis.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga masih akan terus melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya.

"Tapi saya pikir situasi seperti itu kan pembakaran masuk, pembunuhan mungkin masuk, penganiayaan berat masuk pasti, pengrusakan dan sebagainya. Kita akan terus melakukan pengejaran kepada pelaku itu," ungkapnya.

Warga Pendatang Ditolong Penduduk Asli Papua

Kisah para warga pendatang saat terjadi kerusuhan di Wamena, mengaku dilindungi, diungsikan, dikawal sepanjang hari.

Sejumlah warga pendatang dari Padang, Jawa, Makassar mengungkap kisah bagaimana mereka diselamatkan saat kerusuhan di Wamena.

Dalam kerusuhan tersebut, rumah mereka dibakar.

Salah seorang yang lolos adalah Mus Mulyadi.

Pria asal Sumatera Barat yang memulai ceritanya pada Senin pagi Senin pagi sekitar pukul 08.00, 23 September lalu, sedang berjualan aneka makanan.

Ada sate padang, lontong sayur, dan gado-gado sudah rapi tertata pada wadahnya.

"Saya baru buka.

Pembeli baru satu-dua.

Langsung pecah (kericuhan).

Saya langsung jemput anak saya di sekolah," tutur Mus yang sudah bermukim di Wamena sejak 2006 lalu.





Halaman
1234
Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved