TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sebanyak 14 warga yang berasal dari Jawa berhasil selamat dari kerusuhan Wamena setelah disembunyikan seorang warga asli Papua.
Nyawa mereka sudah hampir melayang karena sudah sempat dikepung massa yang beringas.
Untungnya seorang warga asli Papua menghalangi dan menyuruh ke-14 orang ini untuk bersembunyi di rumahnya.
Kisah ini diceritakan Sunam (33), Rabu (2/10/201), 1 dari 14 warga yang selamat tersebut.
Sunam adalah buruh di sebuah pabrik tahu di Wamena, Papua.
Pria asal Probolinggo ini kini terpaksa tidur di pengungsian kawasan Sentani, Jayapura, setelah berhasil meninggalkan Wamena.
"Baru sebelas hari saya di Wamena, kerja di pabrik tahu," kata Sunam kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (2/10/2019).
Baca: Rusuh Wamena, Seorang Ibu Sembunyi 6 Jam di Kandang Babi Bersama Putrinya, Rumah Hangus Tak Tersisa
Baca: Rusuh Wamena Munculkan Orang-orang Berhati Mulia: Mama Mama Papua & OAP Selamatkan Ratusan Nyawa
Sunam mengaku bahwa ia tidur di mess yang disediakan pabrik.
Karyawan pabrik tersebut, kata Sunam, berjumlah sekitar 50 orang yang mana kebanyakan pekerjanya berasal dari masyarakat asli Wamena.
"Kita itu 50 orang lebih. Dari Jawa yang kerja di pabrik tahu itu 14 orang, sisanya warga lokal," kata Sunam.
Pada tanggal 23 September 2019, kerusuhan massa pecah di Wamena.
Sunam mengaku bahwa dia dan karyawan lain diusir oleh massa kemudian pabrik tahu itu pun dihancurkan.
Saat hendak melarikan diri, Sunam dan kawan-kawannya sempat kebingungan karena sudah terkepung dan tak bisa lari kemana-mana.
"Kita semua karyawan diusir, kita itu lebih dari 50-an. Pabrik tahu tidak dibakar, tapi dirusak. Kita sempet dikepung, hari Senin itu," kata Sunam.
Akhirnya, saat itu pada pukul 09.00 WIT seorang warga asli Wamena memberinya pertolongan.
Baca: Pasca Kerusuhan, 1470 Warga asal Sumbar yang Tinggal di Wamena, Ingin Pulang Kampung
Baca: Kesaksian Warga Pendatang Saat Kerusuhan Wamena : Dilindungi Orang Papua, Diungsikan ke Gereja
Dia dan 13 kawannya yang lain diajak bersembunyi di rumah warga asli Wamena tersebut sampai akhirnya Sunam diamankan aparat untuk dikirim ke pengungsian di Sentani.
"Jam 09.00 sampai jam 12.00 kita dibantu orang Wamena untuk bersembunyi di rumahnya," kata Sunam.
Sampai saat ini, kata Sunam dia masih merasa trauma dengan apa yang terjadi di Wamena.
Wamena berangsur aman.
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan bahwa kini situasi di Wamena sejak tiga hari terakhir telah berangsur aman.
Namun rasa trauma masih menimpa masyarakat Wamena khususnya yang kini mengungsi.
"Sejak 2-3 hari yang lalu, sejak pasca kejadian, itu aman cuma karena kejadian pada saat itu cukup meluas ya, di sekitar Wamena itu, terasa oleh saudara-saudara kita," kata Paulus saat ditemui TribunnewsBogor.com di Distrik Sentani, Jayapura, Selasa (1/10/2019).