TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara menyatakan turut berduka cita dan mengucapkan Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun kepada 2 mahasiswa yang tewas tertembak peluru tajam saat aksi demontrasi mahasiswa.
Melalui akun media sosial resmi Jokowi, @Presiden Joko Widodo, Jokowi menyampaikan belasungkawanya.
"Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Saya, atas nama pemerintah, menyampaikan belasungkawa yang dalam atas meninggalnya ananda Randi dan ananda Yusuf Kardawi, keduanya mahasiswa Universitas Halu Oleo, Kendari seusai menyampaikan aspirasi mahasiswa di DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, Kamis lalu," kata Jokowi.
Jokowi juga mengirimkan pesan kepada orangtua Randi dan Yusuf Kardawi, agar diberi ketabahan dan keikhlasan.
Presiden Jokowi mengaku sudah menerima laporan dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengenai penyebab meninggalnya Randi dan Yusuf.
Baca: Aksi Represif Aparat atas Demonstran jadi Sorotan, Tuai Kritik dan Abaikan Instruksi Jokowi
Baca: Setelah Bertemu Jokowi Bahas Situasi Terkini, Sejumlah Menteri Pilih Bungkam
"Dan saya telah minta Kapolri untuk melakukan investigasi serta memeriksa seluruh jajarannya. Dan, jika ada unsur pelanggaran prosedur dalam kejadian ini, pelakunya harus mendapat sanksi, "ujar Jokowi tegas.
Pernyataan lengkap Jokowi yang dimuat di akun media sosial Presiden Joko Widodo:
Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Saya, atas nama pemerintah, menyampaikan belasungkawa yang dalam atas meninggalnya ananda Randi dan ananda Yusuf Kardawi, keduanya mahasiswa Universitas Halu Oleo, Kendari seusai menyampaikan aspirasi mahasiswa di DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, Kamis lalu.
Kepada orang tua ananda Randi dan ananda Yusuf Kardawi, semoga diberi ketabahan dan keikhlasan. Mudah-mudahan, apa yang ingin diperjuangkan ananda untuk kebaikan bangsa ini dikabulkan oleh Allah SWT dan mereka mendapatkan tempat yang paling mulia di sisiNya.
Saya telah menerima laporan dari Kapolri mengenai penyebab meninggalnya ananda Randi dan Yusuf. Dan saya telah minta Kapolri untuk melakukan investigasi serta memeriksa seluruh jajarannya. Dan, jika ada unsur pelanggaran prosedur dalam kejadian ini, pelakunya harus mendapat sanksi.
Namun, Jokowi belum memberi komentar atau tanggapan atas peristiwa tragis kemanusiaan di Wamena, Papua.
Kerusuhan yang terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, sudah menelan sedikitnya 32 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.
Dalam akun Presiden Joko Widodo, pernyataan paling mutakhir Jokowi masih pada meninggalnya dua mahasiswa, yang diposting pada Jumat (27/9/2019) pukul 14.22.
Korban Tewas Rusuh Wamena
Dikutip dari Kompas.com, Kamis (26/9/2019), aparat TNI-Polri kembali menemukan 4 jenazah yang terbakar saat terjadi amukan massa.
"Total sudah 32 korban tewas sampai malam ini. Yang ditemukan hari ini terbakar, ditemukan di puing-puing rumah," ujar Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Candra Dianto, dikutip dari Kompas.com.
Menurut komandan Kodim Jayawijaya Letkol Candra Dianto, sebagian besar korban tewas dalam keadaan hangus karena terbakar.
Dilansir Kompas.com, aparat belum melakukan penyisiran lokasi amukan massa.
Baca: Papua Terkini: Korban Meninggal Kerusuhan Wamena Bertambah, 23 Meninggal 77 Orang Luka-luka
Baca: Kronologi dan Duduk Perkara Kerusuhan Papua, 17 Orang di Wamena dan 4 di Jayapura Meninggal
"Sementara sudah 75 sampai 80 persen yang disisir, banyak sekali kerusakan," kata Chandra.
Oleh karena itu, Candra meyakini bahwa terdapat korban tewas lain yang belum ditemukan.