Tak hanya itu, pasca demonstrasi yang dilakukan, beberapa mahasiswa dikabarkan hilang.
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta meminta bantuan kepada Lembaga Bantuan Hukum (LBH).
Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Sultan Rivandi, meminta bantuan LBH untuk mencari tiga temannya yang hilang.
Sebelumnya, tiga mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah sampai saat ini belum ditemukan pasca aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Gedung DPR Jakarta.
Ketiganya atas nama Iqbal Fadli dari Fakultas Tarbiyah, Firman Irsan Mawardi jurusan Ilmu Politik, dan Dodi Kurniawan jurusan Sosiologi.
Baca: 50 Aduan Diterima LBH, Ada Mahasiswa Hilang Pasca Demonstrasi Mahasiswa
Baca: Cerita Warga Lindungi Mahasiswa dari Gas Air Mata, Atap Bocor hingga Dinding Menghitam
Dikabarkan, mereka diamankan oleh anggota polisi saat melakukan sweeping di Senayan City, Jakarta Pusat.
Kemudian, ratusan pelajar STM dan SMK menyerang aparat kepolisian dari brimob yang menjaga pintu belakang Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (25/9/2019).
Sejumlah siswa STM meneriaki polisi yang sedang bertugas sambil bernyanyi.
"Tugas mu mengayomi, tugasmu mengayomi pak polisi.. pak polisi.. jangan ikut kompetisi," begitu kira-kira yang dinyanyikan pelajar, dikutip dari Kompas.com.
Melihat hal tersebut, polisi bersiap dengan tameng, helm dan senjata gas air mata serta bersiap dengan mobil water cannon yang diperkirkan di Jalan Gelora.
Menurut pantauan dari Kompas.com, sejumlah siswa STM masih menggunakan seragam pramuka.
Jokowi Minta Mahasiswa Tak Turun ke Jalan
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohammad Nasir dipanggil Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (26/9/2019).
Dilansir Kompas.com, Mohammad Nasir mengungkapkan bahwa Jokowi mengimbau mahasiswa untuk tidak turun ke jalan.
"Iya, mengajak mahasiswa untuk dialog dengan baik. Tidak melakukan turun ke jalan, tapi kembali ke kampus masing-masing," kata Nasir, dikutip dari Kompas.com.
Menristek Mohammad Nasir pun mengaku akan bertemu dengan rektor dari berbagai perguruan tinggi.
Baca: Ibu Ini Menangis Panggil Anaknya yang Ikut Demo Pakai Mic Polisi : Yang Denger Suara Saya Anak Soleh
Baca: Rekam Pengeroyokan, Jurnalis Kompas Diintimidasi Polisi, Polda metro Jaya Koordinasi dengan Propam
Dikutip dari Kompas.com, Mohammad Nasir akan meminta para rektor untuk mengimbau mahasiswa agar tidak turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa.
Selain itu, Nasir mengatakan akan ada sanksi bagi rektor yang tidak mampu menghentikan gerakan mahasiswanya.
"Nanti akan kami lihat sanksinya ini. Gerakannya seperti apa dia, Kalau dia mengerahkan (mahasiswa), sanksinya keras. Sanksi keras ada dua bisa SP1, SP2," kata Nasir.
(TRIBUNNEWSWIKI/Afitria Cika)