TRIBUNNEWSWIKI.COM - Menurut data dari Sample Registration System (SRS) Indonesia pada 2014 yang dibenarkan oleh Kemenkes RI, hipertensi merupakan penyebab kematian kelima terbesar di Indonesia.
Dikutip dari Kompas.com, Jumat (20/9/2019), riset dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2015 menyebutkan bahwa 1 dari 4 laki-laki dan 1 dari 5 perempuan di seluruh dunia saat ini berisiko menderita hipertensi.
Terkadang penderita tekanan darah tinggi tidak mengetahui tanda-tanda atau gejalanya.
Namun, hipertensi atau tekanan darah tinggi bisa terjadi pada siapapun.
Baca: Tidak Usah Khawatir Darah Tinggi Usai Makan Daging Kurban, Gunakan Bahan-bahan Ini untuk Netralisir
Baca: 3 Manfaat Mengkonsumsi Air Mineral bagi Kesehatan, Jaga Tekanan Darah hingga Atasi Sembelit
Ketua Umum Ibadah, dr Tunggul D Ditumpangi, SpDd-KGEH, menyatakan bahwa sakit hipertensi seringkali dianggap sepele tetapi banyak penyakit yang berawal dari hipertensi.
"Banyak yang tidak tahu, sakit kayak gagal ginjal, jantung ataupun stroke itu awalnya karena mereka terkena hipertensi yang tidak dikontrol dengan baik," kata Tunggul seperti dikutip dari Kompas.com.
Pada hipertensi, yang terjadi yaitu darah memberi tekanan terlalu besar pada sistem kardiovaskular.
Lalu dinding pembuluh darah serta otot jantung bisa rusak dan menyebabkan serangan jantung termasuk komplikasi lainnya seperti gagal ginjal dan stroke.
Baca: Inilah 5 Penyakit yang Perlu Diwaspadai Akibat Kabut Asap, Penyakit Asma hingga Jantung
Baca: Dampak Konsumsi Kopi Bagi Balita, Sebabkan Insomnia hingga Risiko Penyakit Jantung
Hal ini menjadi perhatian penting penderita hipertensi dengan mengubah gaya hidup dan mulai melakukan pemeriksaan tekanan darah.
Oleh karena itu, hipertensi kerap disebut dengan silent killer, tanpa disadari bisa menyebabkan kematian.
Dihimpun dari Hello Sehat, berikut cara mencegah hipertensi.
1. Mengubah pola makan
Untuk mencegah hipertensi dapat memilih makanan yang tinggi kalium yang dapat membantu menjaga tekanan darah stabil.
Makanan tersebut dapat ditemukan dalam kentang, pisang, alpukat, ikan, dan susu.
Selain itu juga perlu mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan.
Serta minum air putih karena kekurangan cairan akan memengaruhi jumlah natrium di dalam tubuh.
2. Lakukan olahraga rutin
Faktanya, orang yang berolahraga rutin memiliki risiko hipertensi yang lebih rendah ketimbang yang tidak melakukan olahraga sama sekali.
Sebaiknya lakukan olahraga selama 2 jam hingga 30 menit per minggu.
Selain itu, Anda juga bisa jalan santai atau hanya sekedar bersepeda untuk mencegah hipertensi.
Baca: 8 Cara Turunkan Berat Badan Tanpa Olahraga, dari Sauna hingga Rutin Sarapan