Sejarah #
TRIBUNNEWSWIKI.COM – Peristiwa Hotel Yamato yang terjadi pada 19 September 1945 merupakan awal mula aksi 10 November yang terjadi di Surabaya.
Tepat pada 19 september 1945, rakyat Surabaya menyobek warna biru pada bendera triwarna merah-putih-biru milik Belanda yang dikibarkan di Hotel Yamato (sekarang Hotel Majapahit), Surabaya.
Belanda yang dengan sengaja mengibarkan bendera itu memicu kemarahan rakyat Surabaya, padahal Indonesia sudah memproklamasikan kemerdekaan sebulan sebelum peristiwa.
Di saat yang sama, Indonesia tengah menggalakkan pengibaran bendera Merah Putih di seluruh negeri berdasarkan pada maklumat Presiden Soekarno pada 31 Agustus 1945.
Peristiwa penyobekan bendera di Hotel Yamato oleh pemuda Surabaya tersebut kemudian menjadi awal mula dari konflik bersenjata yang puncaknya terjadi pada 10 November 1945.
Pertempuran 10 November tersebut menewaskan puluhan ribu orang dari kedua belah pihak dan menjadi salah satu pertempuran terbesar di zaman Revolusi. (1)
Latar Belakang #
Pada 15 September 1945, tentara Inggris yang tergabung dalam Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI) datang ke Indonesia.
Tujuan mereka adalah untuk melucuti tentara Jepang, melepaskan tahanan perang serta mengembalikan tentara Jepang ke negaranya.
Kedatangan tentara Inggris tersebut diboncengi oleh NICA (Netherlands Indies Civil Administration) yang membawa misi untuk mengembalikan Indonesia kepada administrasi Pemerintahan Belanda.
Baca: 17 AGUSTUS - Serial Pahlawan Nasional: Bung Tomo
Baca: 17 AGUSTUS: Laksamana Maeda, Perwira Tinggi Jepang yang Berperan dalam Proklamasi Kemerdekaan
Pada 18 September 1945, AFNEI bersama tentara Inggris dan Palang Merah Internasional (Intercoss) tiba di Surabaya.
Hotel Yamato yang disebut sebagai Hotel Oranje pada masa pemerintahan Hindia Belanda dijadikan markas tentara sekutu saat itu.
Pada 18 September 1945 sekitar pukul 21.00 WIB, sekelompok orang Belanda di bawah pimpinan Mr. WV Ch Ploegman mengibarkan bendera Belanda di tiang tertinggi Hotel Yamato.
Pengibaran bendera tersebut diperintahkan oleh Ploegman untuk merayakan ulang tahun Ratu Wilhelmina pada 31 Agustus. (2)
Peristiwa 19 September 1945 #
Pengibaran bendera oleh Belanda di Indonesia yang telah merdeka tersebut memancing kemarahan rakyat Surabaya.
Untuk menghindari konflik agar tidak semakin besar, Residen Surabaya Soedirman kemudian mendatangi pihak Belanda di Hotel Yamato.
Residen Soedirman didampingi Sidik dan Hariyono menemui WVCh Ploegman yang merupakan perwakilan Inggris, juga orang-orang Belanda di sana.
Tujuannya untuk berunding dan meminta pihak Belanda menurunkan bendera yang memicu amarah masyarakat Surabaya.
Namun Ploegman menolak menurunkan bendera Belanda serta menolak mengakui kedaulatan Indonesia.
Baca: 17 AGUSTUS – Pertempuran 10 November Surabaya
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 17 September 1945, Berdirinya Palang Merah Indonesia (PMI)
Ploegman mengeluarkan pistol dan terjadilah perkelahian di lobi Hotel Yamato antara Sidik dengan Ploegman.
Sementara itu, Hariyono mengamankan Residen Soedirman dan membawanya keluar hotel.
Saat itu, Ploegman tewas dicekik Sidik, namun Sidik tidak sempat melarikan diri karena orang-orang Belanda langsung berdatangan ke lobi hotel.
Menghadapi situasi yang tidak seimbang tersebut, Sidik tumbang dengan pisau tertancap di tubuhnya. (2)
Di luar hotel, setelah mengamankan Residen Soedirman, Hariyono langsung memanjat tembok hotel hingga atas menara.
Bersamaan dengan Hariyono, seorang pemuda bernama Kusno Wibowo juga ikut memanjat dan keduanya tiba di menara hotel hampir bersamaan.
Hariyono kemudian melakukan upaya penyobekan bendera yang kemudian diambil alih Koesno.
Warna biru di bendera itu dibuang sehingga hanya menyisakan merah dan putih yang kemudian dikibarkan.
Tapi saat hendak turun, Hariyono keserempet peluru di kepalanya. (3)
(TRIBUNNEWSWIKI/Ami Heppy)
| Peristiwa | Insiden Hotel Yamato |
|---|
| Tanggal Kejadian | 19 September 1945 |
|---|
Sumber :
1. tirto.id
2. republika.co.id
3. historia.id