Ia menyampaikan bahwa BPJS Kesehatan masih sangat diperlukan sebagai penyedia jasa asuransi kesehatan nasional yang memang mengayomi masyarakat miskin.
Dengan begitu, orang-orang yang tidak ter-cover jasa asuransi kesehatan swasta bisa memanfaatkan BPJS Kesehatan.
Namun, Nailul menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan perlu membenahi sistem perekrutan peserta yang saat ini masih bermasalah.
"Selain itu, sistem untuk klaim asuransinya juga perlu diperbaiki termasuk klaim obat," ujar Nailul.
Menurutnya, selama ini perekrutan peserta BPJS dibebaskan siapa saja untuk mendaftar, namun tidak dilihat kemampuan membayar, perilaku membayar, dan potensi klaim.
Baca: Pemerintah Bone Bolango Akan Keluarkan Perokok dari Daftar Penerima Bantuan BPJS Kesehatan
Hal itulah yang dianggap sebagai kelemahan BPJS.
"Jadi, BPJS selalu kecolongan. Akibatnya BPJS selalu tekor," kata dia.
"Yang paling penting adalah memperbaiki sistem pendaftaran peserta BPJS melalui proses pendaftaran yang diperketat," lanjutnya.
Menurutnya, keberadaan BPJS Kesehatan bukanlah sesuatu yang pemborosan karena bermanfaat untuk masyarakat luas.
"Pemborosan itu seperti melakukan sesuatu yang sia-sia karena manfaatnya tidak ada. Kalau BPJS Kesehatan ya manfaatnya ada meskipun terus kebobolan anggarannya," papar Nailul.
(TribunnewsWIKI/Kompas.com/Retia Kartika Dewi/Widi Hermawan)