Revisi UU KPK Mulus, Pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Terseok

Ketika revisi UU KPK berjalan mulus, pembahasan dan pengesahan regulasi yang lebih urgent seperti RUU PKS justru terseok.


zoom-inlihat foto
sahkan-ruu-pks.jpg
KOMPAS.COM/WALDA MARISON
Ratusan perempuan gelar aksi demo di depan gedung DPR RI. Mereka menuntut anggota DPR Sahkan RUU PKS, Selasa (17/9/2019)


Ketika revisi UU KPK berjalan mulus, pembahasan dan pengesahan regulasi yang lebih urgent seperti RUU PKS justru terseok.

TRIBUNNEWSWIKI.COM – Kendati mendapat penolakan dari berbagai pihak, revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK tetap berjalan mulus.

Bahkan DPR RI hanya butuh waktu 12 hari untuk mengesahkan revisi UU KPK, termasuk pembahasan bersama pemerintah hingga pada tahap pengesahan.

Namun jalan mulus itu tidak dialami oleh aturan yang justru dinilai lebih mendesak untuk dibahas dan disahkan oleh DPR.

Salah satunya adalah Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) yang didesak untuk segera disahkan.

Dikutip dari Kompas.com, Selasa (17/9/2019), Ketua Komisi Nasional (Komnas) Perempuan, Azriana menilai, dibandingkan mengesahkan RUU Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) atau revisi UU KPK yang substansinya masih berpolemik, RUU PKS lebih penting untuk segera disahkan demi melindungi korban kekerasan.

RUU PKS sendiri telah masuk Prolegnas sejak 2016.

Menurut dia, masih ada waktu beberapa hari lagi sebelum DPR periode 2014-2019 berakhir masa tugasnya.

"Revisi UU KPK saja yang tidak masuk Prolegnas 2014-2019 tiba-tiba muncul dan dibahas hanya 20 hari lagi jelang berakhirnya DPR periode ini," kata dia.

Baca: BREAKING NEWS - Gerakan Masyarakat Sipil (GEMAS) Lakukan Aksi Desak DPR RI Segera Sahkan RUU P-KS

Desakan senada juga disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise.

Bahkan, Yohana meminta agar bulan September ini, RUU PKS bisa disahkan.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved