Pelanggar Batas Kecepatan di Jalan Tol akan Ditilang Setengah Juta, Berapa Kecepatan Maksimalnya?

Pengguna jalan tol yang melanggar batas kecepatan akan didenda hingga Rp 500 ribu.


zoom-inlihat foto
polisi-menggunakan-alat-speed-gun.jpg
KOMPAS.com/Farida Farhan
Polisi menggunakan alat speed gun untuk mengukur kecepatan kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek dalam penutupan Operasi Zebra Lodaya 2017, Selasa (14/11/2017).


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Dalam Operasi Patuh 2019, Satuan Patroli Jalan Raya (SatPJR) Jawa Timur III Ditlantas Polda Jawa Timur menggelar operasi ambang batas kecepatan.

Operasi tersebut digelar di tol Surabaya-Mojokerto (Sumo), Senin (2/9/2019).

Dikutip dari Kompas.com, Kamis (5/9/2019), operasi tersebut merupakan rangkaian Operasi Patuh Semeru 2019 yang sudah dimulai sejak Kamis (27/8/2019).

Dalam operasi tersebut, polisi menilang lebih dari 60 kendaraan yang melanggar batas kecepatan.

“Kami menilang 61 pengemudi yang melanggar ambang batas kecepatan di jalan tol itu,” kata Kasat PJR Ditlantas Polda Jatim AKBP Bambang Wibowo, Kamis (5/9/2019).

Baca: Dedi Mulyadi Usulkan Jawa Barat Digabung dengan Jakarta, Ini Alasannya

Puluhan pelanggar tersebut terbukti melaju tidak sesuai batas ambang kecepatan yang ditentukan, yakni batas bawah 60 km dan batas atas 100 km per jam.

“Kami menggunakan Speed Gun dengan targetnya (pelanggaran) kecepatan saja,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bambang mengatakan bahwa pihaknya menurunkan kurang lebih 30 personel PJR Polda Jatim dalam operasi ini.

Para petugas tersebut akan mendeteksi pelanggaran kecepatan para pengendara menggunakan speed gun yang terkoneksi dengan gawai.

Selain itu, ada juga petugas yang berjaga di pintu tol untuk memantau kembali kendaraan yang melanggar, kemudian diteruskan ke petugas bagian penindakan.

Petugas dari Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) menggunakan alat pendeteksi laju kendaraan (speed gun) di ruas tol Cikampek-Palimanan KM.165 arah Palimanan, di Majalengka, Senin (14/12).
Petugas dari Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) menggunakan alat pendeteksi laju kendaraan (speed gun) di ruas tol Cikampek-Palimanan KM.165 arah Palimanan, di Majalengka, Senin (14/12). (Lintas Marga Sedaya (LMS))

Bagi pengemudi yang terbukti melanggar, setelah diberhentikan oleh petugas, langsung dikenai sanksi tilang.

Untuk sanksi tilang sendiri pelanggar diberikan dua jenis pilihan, yaitu membayar sanksi tilang secara langsung atau membayar dengan cara mengikuti sidang.

Banyaknya pelanggar yang terjaring dalam operasi tersebut menunjukkan bahwa tidak sedikit pengguna jalan tol yang belum paham mengenai aturan batas kecepatan.

Perlu diketahui, setiap jalan raya sebenarnya sudah diatur batas kecepatan kendaraan yang melaju, tidak terkecuali jalan tol.

Aturan ini juga sudah tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Menteri (PM).

Tepatnya pada PP Nomor 79 Tahun 2013 tentang Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 23 ayat 4 dan PM Perhubungan tentang Tata Cara Penetapan Batas Kendaraan pasal 3 ayat 4.

Baca: Amnesty Internasional Nilai Penetapan Veronica Koman sebagai Tersangka adalah Bentuk Kriminalisasi

Adapun batas kecepatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dan ayat (3) di atas adalah sebagai berikut:

  1. Paling rendah 60 (enam puluh) kilometer per jam dalam kondisi arus bebas dan paling tinggi 100 (seratus) kilometer per jam untuk jalan bebas hambatan;
  2. Paling tinggi 80 (delapan puluh) kilometer per jam untuk jalan antarkota;
  3. Paling tinggi 50 (lima puluh) kilometer per jam untuk kawasan perkotaan; dan
  4. Paling tinggi 30 (tiga puluh) kilometer per jam untuk kawasan permukiman.

Pada ayat 5 dari masing-masing pasal di atas juga menjelaskan bahwa batas kecepatan paling tinggi dan batas kecepatan paling rendah sebagaimana yang sudah dijelaskan pada ayat 4, harus dinyatakan dengan rambu lalu lintas.

Jadi, secara infrastruktur, pengguna jalan juga sudah diingatkan dengan rambu-rambu tersebut.

Nantinya, jika masih saja ada yang melanggar, maka akan dikenakan sanksi berupa pidana kurungan atau denda.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved