TRIBUNNEWSWIKI.COM – Seorang tokoh masyarakat Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengusulkan agar Jawa Barat digabung dengan Jakarta.
Ketua DPD Golkar Jabar itu mengusulkan supaya dua provinsi itu digabung menjadi Jabar Raya.
Secara historis, menurut Dedi zaman dulu Jakarta memang masuk ke wilayah Kerajaan Pajajaran.
Saat itu, Jakarta merupakan bagian penting yang menjadi pusat perekonomian Kerajaan pajajaran.
Dikutip dari Kompas.com, Kamis (5/9/2019), menurut Dedi pusat perdagangan Kerajaan Pajajaran berada di Sunda Kelapa yang kini menjadi Jakarta.
“Bukti otentiknya ada di prasasti perjanjian Raja Pajajaran Prabu Siliwangi dan Portugis yang ada di Museum Jakarta,” kata Dedi kepada Kompas.com, Senin (2/9/2019).
Baca: Revisi UU KPK Mencuat Lagi, Aktivis Antikorupsi Nilai Berpotensi Lemahkan KPK
Lebih lanjut, Dedi juga mengatakan bahwa kultur Jakarta juga menjadi bagian dari Jawa Barat.
Hampir sebagian warga Jawa Barat juga bekerja di Jakarta.
Alasan lainnya penggabungan Jakarta dengan Jawa Barat adalah untuk mengakomodasi keinginan masyarakat Bekasi dan Depok untuk bergabung dengan Jakarta.
“Jadi untuk mengakomodir keinginan itu, sudah saja Jakarta digabung dengan Jawa Barat atau Jawa barat digabung dengan Jakarta, ya sama saja,” kata mantan Bupati Purwakarta dua periode ini.
Ketika Jakarta digabung dengan Jawa Barat, lanjut Dedi maka tidak akan sulit untuk membangun infrastruktur pemerintah.
Sebab nanti akan banyak kantor-kantor pemerintah yang kosong karena ditinggalkan pegawainya yang pindah ke ibu kota baru di Kutai Kertanegara dan Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Bangunan-bangunan itu nanti bisa dimanfaatkan sebagai kantor-kantor pemerintah Jabar Raya jika gagasan itu terjadi.
“Sehingga tak perlu keluarkan uang banyak untuk fasilitas pemerintah. Kan banyak yang kosong. Misalnya gedung DPR RI di Senayan bisa dipakai untuk anggota DPRD Jabar Raya,” kata Dedi.
Baca: Ikuti Jejak Jokowi, Ridwan Kamil Bakal Pindahkan Ibu Kota Jawa Barat, Berikut Usulan Lokasinya!
Bahkan, katanya jika Jawa Barat-Jakarta digabung, maka jumlah anggota DPRD provinsi pun bisa bertambah, dari sebelumnya 120 orang, menjadi 200 orang.
Sebab, nanti juga akan ada penambahan perwakilan rakyat dari Jakarta.
Dedi mengatakan, usulan tersebut bukan hanya wacana.
Dia berencana memperjuangkan usulan penggabungan Jabar-Jakarta itu jika nanti sudah dilantik menjadi anggota DPR RI.
“Sebab, penggabungan dua provinsi itu, pelayanan pemerintah kepada masyarakat menjadi efektif,” katanya.
Menurutnya, penggabungan Jawa barat-Jakarta didasarkan pada kebutuhan, bukan keinginan.