TRIBUNNEWSWIKI.COM – Puncak Gunung Batukaru diinfokan terbakar pada Senin (12/8/2019) sekitar pukul 21.30 WITA.
Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh warga Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan.
Warga yang melihat titik-titik api, sontak serempak memuluk kukul bulus untuk memberikan informai kepada seluruh warga setempat.
Tidak hanya warga Wongaya Gede, tetapi wilayah Desa Pujungan juga dikarkan memukul kukul bulus di daerah setempat.
Titik kebakaran tersebut juga dilihat langsung oleh masyarakat sekitar, salah satunya masyarakat di Mengawi Kabupaten Badung yang melihat jelas dari arah barat.
Namun, masih belum diketahui pasti titik api berada.
Baca: Kebakaran Terjadi di Gedung Kyoto Animation Jepang, Polisi: Setidaknya 12 Orang Tewas
Baca: Gunung Ciremai
Gunung Batukaru memiliki tinggi 2276 mdpl yang terletak di Bali.
Dikutip dari bali.tribunnews.com, Mantan Perbekel Wongaya Gede, I Made Megayana membenarkan kejadian tersebut.
I Made Megayana menduga kebakaran tersebut terjadi di area puncak Gunung Batukaru.
Dua kelompok warga telah berangkan menuju puncak guna mencari titik api.
"Untuk sementara, satu kelompok dengan jumlah 10 orang warga sudah berangkat ke puncak untuk mencari sumber kebakaran," ucap Megayana saat dikonfirmasi, Senin (12/8/2019) malam.
Selain warga Wongaya Gede, warga dari Batungsel dan Pujangan, Pupuan juga telah berangkat menuku sumber kebakaran.
"Pemadam kebakaran juga sudah standby di bawah atau areal Pura Batukaru," ungkapnya.
I Made Megayana menambahkan, warga yang menuju puncak hanya membawa peralatan seperti parang,
"Kami harap mereka yang naik ke puncak bisa memutus pergerakan api,” ujarnya.
Baca: Kivlan Zen Tuntut Wiranto Terkait Dana Rp 8 Miliar Pembentukan Pam Swakarsa 1998
Baca: Tantang Warganet Buktikan Tudingan Anti-bendera Tauhid, Mahfud MD Akan Beri Hadiah 10 Juta
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, Made Rentin, menjelaskan sekitar pukul 23.30 WITA warga masyarakat masih berkumpul ketika dirinya dan beberapa pejabat hadir untuk melakukan peninjauan dan berbaur dengan masyarakat.
Selain Rentin, beberapa hadir juga untuk melakukan peninjauan yaitu Wakil Bupati Tabanan, Sekda Tabanan, Asisten II Setda Tabanan, Wakapolres, Camat Penebel, dan Bendesa Adat, serta dari unsur relawan yaitu ORARI dan RAPI.
Data yang berhasil didapatkan BPBD di lapangan, kembali menegaskan jumlah warga yang menuju puncak untuk memadamkan api kebakaran.
"Kelompok masyarakat itu diantaranya 15 orang berangkat dari Jatiluwih, 5 kelompok sekitar 60 orang dari Batukaru, dan sekitar 24 orang dari Pujungan," kata Rentin melalui keterangan tertulisnya.
Salah satu Relawan bernama Yoga yang pertama kali tiba di puncak bersama beberapa rekain alinnya menjelaskan kepada BPBD Bali bahwa luas kebarakan diperkirakan mencapai 3 hektare.