TRIBUNNEWSWIKI.COM – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD menantang warganet untuk membuktikan tudingan bahwa dirinya anti-bendera tauhid.
Hal ini berkaitan dengan pernyataannya tentang seorang taruna Akmil, Enzo Zens Allie yang sempat viral beberapa waktu lalu.
Dikutip dari Kompas, Selasa (13/8/2019), tantangan tersebut disampaikan oleh Mahfud MD melalui media sosial Instagramnya.
Ia juga akan memberikan hadiah sebesar Rp 10 juta bagi siapa saja yang berhasil membuktikan kalau dirinya anti-bendera tauhid.
“SAYEMBARA: 10 JUTA BAGI YANG BISA....ditunggu jawabannya sampai 17 Agustus 2019 jam 18.00WIB. Mahfud MD Bakal Kasih Rp 10 Juta ke Pihak yang Bisa Buktikan Dirinya Anti- Bendera Tauhid,” tulis Mahfud MD dalam akun instagram miliknya.
Ketika diwawancarai, Mahfud kemudian menjelaskan maksud tantangan tersebut.
Ia menyampaikan bahwa tantangan tersebut merupakan respons atas hoaks atau kabar bohong yang menyebutkan bahwa dirinya anti-bendera tauhid.
Adapun awal mula tudingan anti-bendera tauhid yang ditujukan kepadanya adalah ketika ia ditanya oleh wartawan soal taruna Akmil Enzo Zens Allie yang diduga terpapar Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Saat itu, ia mengatakan bahwa TNI bisa saja kecolongan, namun hal itu sulit terjadi karena ketatnya seleksi masuk ke TNI.
Lebih lanjut, Mahfud juga mengatakan kalau hal itu tidak ada kaitannya dengan bendera tauhid.
“Ada wartawan tanya ke saya, bagaimana menurut pak Mahfud soal Enzo Zens, 'Ya saya bilang bisa saja TNI kecolongan kan,' tetapi menurut saya TNI itu seleksinya ketat kan gitu, orang dilihat latar belakangnya dari ibunya, saudaranya kalau masuk akmil gitu, tidak ada kaitannya (dengan bendera Tauhid),” kata Mahfud, Senin (12/8/2019) seperti dilansir Kompas.
Terkait sikap warganet, Mahfud mengatakan kalau warganet di media sosial sangat liar dalam memaknai pernyataan.
Karena itu ia kemudian mengadakan sayembara bagi siapa saja yang bisa membuktikan tudingan anti-bendera tauhid tadi maka akan diberi uang sebesar Rp 10 juta.
“Iya di medsos liar, karena itu saya suruh buktikan di mana saya mengatakan itu, kan beritanya enggak begitu, semua ada empat wartawan, enggak ada yang menulis begitu (anti-bendera Tauhid), tapi kan lalu muncul pengembangan di medsos," tutupnya.
(TribunnewsWIKI/Widi Hermawan)
Jangan lupa subscribe kanal Youtube TribunnewsWIKI Official