Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pajongga Daeng Ngalle adalah tokoh pejuang kemerdekaan dari Sulawesi Selatan yang berjuang dan membangkitkan semangat rakyat Sulsel melawan serdadu Belanda dan Sekutu.
Dalam perjuangannya, Pajongga Daeng Ngalle mendirikan Laskar Gerakan Muda Bajoang sebagai wadah bagi para pemuda pejuang bersenjata.
Pajongga Daeng Ngalle lahir di Takalar, Sulawesi Selatan pada tahun 1901.
Merupakan anak dari pasangan Hajina Daeng Massaung Kareng Ilangari Mangkura dan Hapipah Daeng Ngintang.
Meninggal dunia di Sulawesi Selatan pada 23 Februari 1958.
Berkat jasa-jasanya, Pajongga Daeng Ngalle ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, berdasarkan SK Presiden RI No 085/TK/Tahun 2006.
Selain itu, nama Pajongga Daeng Ngalle juga dijadikan sebagai nama jalan di Makassar menggantikan nama Jl Kakatua.
Sosoknya juga diabadikan menjadi sebuah patung di Kabupaten Takalar. [1]
Kehidupan Pribadi #
Saat muda, Pajongga Daeng Ngalle mempunyai rasa semangat yang besar, berpendirian teguh, ikhlas dan jujur yang diketahui dari rekan-rekan sezamannya.
Pajongga Daeng Ngalle juga seorang muslim yang taat beribadah dan nasionalis.
Hal tersebut terlihat dari keinginannya memerdekaan bangsa dan negara. [2]
Baca: 17 AGUSTUS - Peristiwa Rengasdengklok
Baca: 17 AGUSTUS - Serial Pahlawan Nasional: Teuku Nyak Arif
Baca: 17 AGUSTUS - Serial Pahlawan Nasional: Ignatius Joseph Kasimo Hendrowahyono
Masa Perjuangan #
Pada Oktober 1945, Pajongga Daeng Ngalle bersama bangsawan lainnya (Andi Mappayuki) dari Bone, Andi Jemma dari Lawu, Andi Bau Massape dari Pare-pare, Andi Pangeran Pellarani mengikuti konferensi Raja-raja Se-Sulawesi Selatan di Yogyakarta.
Mereka sepakat untuk merumuskan satu resolusi sebagai bentuk dukungan kepada Pemerintah Republik Indonesia di Sulawesi yang saat itu dipimpin oleh Gubernur Ratulangi.
Dalam perjuangannya, Pajongga Daeng Ngalle mendirikan Laskar Gerakan Muda Bajoang sebagai wadah bagi para pemuda pejuang bersenjata.
Laskar Gerakan Muda Bajoang adalah organisasi yang berada langsung di bawah komandonya.
Pajonga Daeng Ngalle kemudian mengumumkan daerah Polombangkeng sebagai wilayah de facto Negara RI.
Pajonga Daeng Ngalle memiliki tekad untuk mematahkan keinginan pemerintahan Belanda di Indonesia mengembalikan pemerintahannya di tanah Sulawesi.
Di medan pertempuran, Pajonga Daeng Ngalle mempunyai banyak pendukung yang melawan dan memperkuat kedaulatan Sulawesi Selatan.
Selama menjadi ketua dari Laskar Gerakan Muda Bajoang, Pajonga Daeng Ngalle tercatat tidak pernah memberi celah pada serdadu Belanda, bahkan untuk sekedar berkompromi.
Pada saat menghadapi serdadu Belanda, Pajonga Daeng Ngalle menjadikan daerah Polombangkeng sebagai pusat gerakan menggantikan Makassar yang saat itu sudah tidak aman dan strategis untuk pertempuran.
Selain itu, daerah Polombangkeng menjadi pusat bersatunya para tokoh pemuda perjuangan dari Makassar, Takalar, Gowa dan Banteng.
Pada Juli 1946, pimpinan Belanda Van Mook melakukan Konferensi Maleno untuk membentuk Negara Indonesia Timur (NIT).
Mengetahui kabar tersebut, bersama dengan Laskar Lipan Bajoang, Pajonga Daeng Ngalle melaksanakan konferensi antarlaskar se-Sulawesi Selatan.
Tujuan diadakannya pertemuan seluruh laskar yang berjuang di daerah Sulawesi Selatan adalah menyatukan kelompok dan membangun visi strategis dalam pertempuran.
Berkat pertemuan ini, 19 badan kelaskaran yang datang membentuk LAPRIS (Laskar Pemberontak Rakyat Indonesia Sulawesi) dengan panglimanya Ranggong Daeng Romo dan Sekretaris Jenderal, Robert Walter Monginsidi. [3]
Wafat dan Penghargaan #
Perjuangan dan pengabdian Pajongga Daeng Ngalle dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia adalah membangun nilai-nilai persatuan berskala nasional.
Berkat jasa-jasanya, Pajongga Daeng Ngalle ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berdasarkan SK Presiden RI No 085/TK/Tahun 2006.
Pajongga Daeng Ngalle juga dijadikan seorang karaeng atau kepala pemerintahan distrik di Polongbangkeng saat usianya menginjak 33 tahun.
Pada tahun 2006, Pajongga Daeng Ngalle mendapatkan penghargaan 'Tanda Kehormatan Bintang Maha Putra Adipradana'.
Nama Pajongga Daeng Ngalle juga dijadikan sebagai nama jalan di Makassar menggantikan nama Jl Kakatua.
Sosok Pajongga Daeng Ngalle juga diabadikan menjadi sebuah patung di Kabupaten Takalar. [4]
Baca: 17 AGUSTUS - Serial Pahlawan Nasional: Katamso Darmokusumo
Baca: 17 AGUSTUS - Serial Pahlawan Nasional: Johannes Abraham Dimara
Baca: 17 AGUSTUS - Pertempuran Medan Area
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)
JANGAN LUPA SUBSCRIBE CHANNEL YOUTUBE TRIBUNNEWSWIKI.COM
| Informasi Detail |
|---|
| Nama | Padjonga Daeng Ngalle |
|---|
| Nama Lain | Karaeng Padjongga Daeng Ngalle |
|---|
| Lahir | Takalar, 1901 |
|---|
| Wafat | Sulawesi Selatan, 23 Februari 1958 |
|---|
| Keluarga |
|---|
| Ibu | Hajina Daeng Massaung Kareng Ilangari Mangkura |
|---|
| Ayah | Hapipah Daeng Ngintang |
|---|
Sumber :
1. pahlawancenter.com
2. makassar.tribunnews.com
3. pahlawancenter.com
4. makassar.tribunnews.com