Karena itu, gunakanlah pakaian yang kuat dan mudah kering, kalau bisa yang anti air.
Cara selanjutnya adalah dengan mengganti pakaian yang basah, sebab pakaian basah sangat mudah memicu hipotermia, maka sebisa mungkin ganti pakaian tersebut dengan yang kering.
Sebelum ganti pakaian dengan yang kering, keringkan dulu bada dengan lap kering atau kanebo.
Kanebo penting dalam pendakian, kaerna memiliki daya resap tinggi dan mudah diperas.
Selanjutnya, untuk menghindari hipotermia sebisa mungkin jangan tidur di perjalanan.
Tidur di tengah perjalanan dengan pakaian seadanya di tempat yang terbuka dan rawan hembusan angin kencang dapat memicu terkena hipotermia.
Yang tidak kalah penting, jaga perut supaya tetap terisi.
Ketika perut kosong, maka tubuh tidak akan punya energi untuk memanaskan tubuh.
Karena itu, usahakan membawa cemilan yang mengandung banyak kalori seperti cokelat, permen, biskuit, ata cemilan lainnya yang manis dan mengandung banyak kalori.
Apabila Anda adalah pendaki perempuan, pastikan ada perempuan lain dalam rombongan Anda.
Hal ini supaya ada teman perempuan lain yang dapat menolong Anda ketika mengalami hipotermia.
Cara mengatasi hipotermia
Pada korban yang sadarkan diri
- Bawa masuk ke dalam tenda, tujuannya untuk menjaganya dari angin yang berhembus.
- Ganti baju basah dengan pakaian kering, bantu korban dalam mengganti baju. Itulah mengapa dalam setiap pendakian, apabila Anda perempuan minimal ada perempuan lain yang ikut dalam rombongan Anda.
- Beri minuman hangat, seperti jahe atau cokelat.
- Beri makanan berkalori tinggi. Dalam kondisi darurat, pastikan Anda membawa makanan ringan manis yang cepat mengenyangkan seperti cokelat atau makanan berkalori tinggi lainnya.
- Hangatkan badan korban, misal dengan memakaikannya penutup kepala, jaket, kaos kaki, celana hangat, dan sleeping bag.
- Apabila memungkinkan, buatlah api di luar tenda dan arahkan panas apinya ke dalam tenda.
Pada korban yang tidak sadarkan diri
- Pertama sama dengan cara di atas, bawa korban ke dalam tenda.
- Kemudian ganti pakaian yang basah secara perlahan dan tidak terburu-buru.
- Masukkan korban ke dalam sleeping bag untuk menjaga panas tubuh yang tersisa tidak mudah lepas begitu saja.
- Selanjutnya berbagi panas tubuh, bisa dengan memegang tangan, menggosok wajah, atau telapak kakinya. Bisa juga dengan memeluk korban. Hal ini karena panas tubuh akan mudah berpindah ketika kulit bertemu dengan kulit, namun pastikan dilakukan tanpa melanggar etika.
- Terakhir adalah sadarkan korban dengan menepuk-nepuk pipi atau dengan memanggil namanya. Ketika korban sadar, lakukan langkah penanganan hipotermia pada korban yang sadar seperti yang sudah dijelaskan di atas.
(TribunnewsWIKI/Widi Hermawan)
Jangan lupa subscribe kanal Youtube TribunnewsWIKI Official