Mengatasi Hipotermia dengan Menyetubuhi Korban Itu Sesat, Begini Seharusnya

Beredar sebuah unggahan dari warganet di media sosial yang mengatakan bahwa untuk mengatasi hipotermia adalah dengan cara menyetubuhi korban.


zoom-inlihat foto
hiipootermiia.jpg
Pixabay
Ilustrasi pendakian gunung.


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Beredar sebuah unggahan dari warganet di media sosial yang mengatakan bahwa untuk mengatasi hipotermia adalah dengan cara menyetubuhi korban.

Dalam unggahan itu, pemilik akun mengaku bahwa teman perempuannya yang mengalami hipotermia ketika mendaki Gunung Rinjani bisa diselamatkan dengan cara disetubuhi.

Hipotermia sendiri merupakan kondisi ketika mekanisme tubuh mengalami kesulitan untuk mengatur suhu tubuh pada tekanan suhu dingin dimana suhu tubuh di bawah 35 derajat celcius.

Hipotermia kerap dialami oleh pendaki gunung, apabila penanganan terhadap korban salah atau terlambat, kemungkinan paling buruk bisa mengakibatkan kematian.

Kembali ke cara penanganan korban hipotermia, apakah benar cara yang benar adalah dengan menyetubuhi korban?

Kepala Bagian Humas Badan SAR Nasional (Basarnas), Suhri Sinaga mengatakan bahwa penanganan hipotermia dengan cara menyetubuhi korban adalah cara yang keliru.

Suhri mengatakan bahwa tidak ada metode mengatasi hipotermia dengan cara menyetubuhi korban.

Bahkan menurut Suhri, metode itu adalah cara yang sesat.

“Tidak ada itu metode menyetubuhi (korban hipotermia), itu ajaran sesat,” ujar Suhri seperti yang dikutip oleh Tribun Madura, Senin (22/7/2019).

Lebih lanjut, metode “skin to skin” yang diperbolehkan adalah kulit yang bersentuhan dengan kulit.

Misalnya dengan saling berpelukan untuk mengembalikan suhu tubuh ke angka normal, bukan dengan cara menyetubuhi korban.

Suhri juga menambahkan bahwa apabila baju yang dikenakan oleh korban basah, maka harus dilepas dan diganti dengan pekaian yang kering.

Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan melepas semua pakaian yang basah dan saling berpelukan di dalam sleeping bag antara sesama gender.

“Kalau dia perempuan dengan perempuan dalam satu sleeping bag, itu oke. Laki-laki dengan laki-laki itu oke. Pasangan suami istri juga oke. Bukan laki-perempuan disetubuhi,” tegas Suhri.

Baca: Mengenal Hipotermia

Baca: 5 Pesona Keindahan Gunung Panderman Sebelum Terbakar, dari Lautan Awan hingga Eksotisme Kera Abu-Abu

Diberi makanan atau minuman hangat

Korban hipotermia biasanya kondisi tubuhnya kaku, sehingga susah untuk menerima makanan atau minuman.

Hal itu biasanya dicirikan dengan mengatupnya mulut korban.

Namun jika korban masih bisa membuka mulut dan merespons makanan, pendaki lain bisa memberinya makanan atau minuman hangat untuk membantu mengembalikan panas tubuhnya.

Suhri juga berpesan kepada setiap pendaki supaya membawa persediaan pakaian kering untuk mengantisipasi apabila mengalami hipotermia dalam perjalanan.

Gejala atau indikasi seseorang mengalami hipotermia





Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved