TRIBUNNEWSWIKI.COM - Banjir bandang besar di Provinsi Khyber Paktunkhwa, Pakistan, memaksa 180.000 warga negara itu mengungsi.
Di provinsi bagian utara itu, banjir bandang membuat Sungai Kabul meluap dan menghanyutkan satu jembatan besar.
Bencana itu juga membuat sejumlah distrik di Khyber Paktunkhwa terputus akesesnya dari jalan raya.
Pada hari Sabtu,(27/8/2022), dilaporkan ada puluhan ribu warga yang meninggalkan rumah mereka dalam semalam.
Kini ada lebih dari 30 juta orang di Pakistan yang terdampak oleh banjir besar dan hujan monsun dalam beberapa pekan terakhir.
Dilansir dari Reuters, Menteri Perubahan Iklim Pakistan menyebut banjir ini sebagai "bencana kemanusiaan yang amat besar dan dipicu oleh iklim".
Baca: Mantan PM Pakistan Imran Khan Diselidiki & Dijerat dengan UU Antiterorisme
Militer Pakistan turut dikerahkan untuk membantu menangani banjir bandang.
Panglima Angkatan Darat Pakistan, Jenderal Qamar Javed Bajwa, pada hari Sabtu mengunjungi Provinsi Balochistan yang juga diguyur hujan deras.
"Rakyat Pakistan adalah prioritas kami dan kami tidak akan mengecualikan upaya apa pun untuk membantu mereka pada masa yang susah ini," kata Bajwa dikutip dari Reuters.
Para pemimpin Pakstan telah meminta masyarakat dunia untuk memberikan bantuannya.
Adapun Kementerian Luar Negeri Pakistan berujar Turki telah mengirimkan tim penyelamat.
"Malapetaka ini lebih besar daripada yang diperkirakan," kata Perdana Menteri Shehbaz Sharif melalui Twitter setelah mengunjungi wilayah terdampak banjir.
Baca: Tak Sengaja Tembakkan Rudal ke Pakistan, 3 Perwira AU India Dipecat
Banjir turut melanda Afganistan
Afganistan, negara tetangga Pakistan, turut dilanda banjir, tepatnya di provinsi bagian tengah dan timur.
Pemerintahan Taliban juga meminta masyarakat dunia membantu menangani banjir di negaranya.
Pihak berwenang mengatakan jumlah korban tewas akibat banjir di Afganistan bulan ini sudah mencapai 192 orang.
Banjir menyebabkan ribuan hewan ternak mati dan 1,7 juta pohon buah-buahan hancur.
Hal ini membuat warga Afganistan mengkhawatirkan persediaan makan mereka pada musim dingin mendatang.
Baca: PM Pakistan Imran Khan Tak Terima Ajakan Mengutuk Invasi Rusia, Berencana Tetap Netral
"Kami meminta organisasi kemanusiaan, masyarakat dunia, dan organisasi serta yayasan terkait untuk membantu kami," kata Wakil Direktur Kementerian Bencana Afganistan Sharafudden Muslim dalam konferensi pers.
Dia menyebut ada lebih dari sejuta keluarga di Afganistan yang memerlukan bantuan.
(Tribunnewswiki)
Baca berita lainnya tentang Pakistan di sini