Di sana saya menanyakan perihal tidak kerasan di ponpes, kemudian dia cerita dengan jujur," tutur YF.
Kepada YF, sang anak bercerita telah menjadi korban kekerasan seksual oleh NS. YF bersama istrinya kemudian sepakat untuk memulangkan anaknya pada akhir November 2023.
Menurut YF, NS sempat berjanji bakal bersilaturahmi ke rumahnya, sekaligus membahas persoalan tersebut.
Namun hingga dua kali janji tersebut tidak kunjung ditepati, hingga akhirnya YF melaporkan kasus yang dialami oleh anaknya ke pihak kepolisian.
Ustazah Dirudapaksa Pemilik Ponpes saat Antar Paket Obat Kuat, Ternyata Mantan Pacar: Trauma
NASIB pilu ustazah diduga dirudapksa seorang pemilik ponpes di Lombok Timur saat antar paket obat kuat.
Ternyata terduga pelaku adalah mantan pacar korban, namun kini keduanya sudah sama-sama berkeluarga.
Korban pun trauma, badannya gemetar dan menangis bahkan sempat jatuh dari motor setelah kejadian nahas tersebut.
Pimpinan salah satu pondok pesanteren di Kecamatan Sakra, Lombok Timur, berusia 29 tahun dengan inisial MY, diduga terlibat dalam kasus pemerkosaan terhadap IA yang berusia 27 tahun.
Kejadian pelecehan seksual tersebut terjadi ketika IA sedang mengantarkan pesanan paket obat kuat ke rumah MY pada Minggu (17/12/2023).
Iptu Nikolas Osman, Kasi Humas Polres Lombok Timur, menyatakan bahwa kasus ini sedang dalam proses penyelidikan.
Nikolas juga menjelaskan bahwa terduga pelaku saat ini tidak berada di rumah dan diduga telah melarikan diri untuk menyembunyikan diri.
Menurut informasi yang disampaikan, baik korban maupun pelaku saat ini telah menikah dan memiliki anak.
Namun, suami korban sedang bekerja di Malaysia pada saat kejadian.
Perkembangan lebih lanjut terkait kasus ini masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak berwenang.
"Persetubuhan paksa itu diduga berawal ketika korban mengantarkan pesanan online berupa obat kuat ke rumah pelaku sekitar pukul 10.00 Wita," ucap Nikolas.
Ketika korban sampai di rumah, lanjut dia, pelaku memintanya masuk.
Tak disangka, korban ditarik paksa masuk ke dalam rumah.
Korban mengaku sempat berontak tetapi tubuhnya dilempar ke lantai.
"Korban tetap berontak dan mengingatkan terduga pelaku untuk tidak berbuat macam-macam, dan mengatakan mereka sudah sama-sama punya anak dan pasangan sah.