Sedangkan Kapolresta Cilacap, Kombes Fannky Ani Sugiharto mengatakan, Polri akan membantu biaya pengobatan korban.
"Polri membantu korban untuk pembiayaannya," kata Fannky, Kamis (28/9/2023).
Fannky pun membeberkan hasil pemeriksaan MRI korban.
Ternyata, korban alami patah tulang rusuk ke-5 dan abses urat syaraf leher.
Untuk pemeriksaan medis lebih lanjut, sore tadi korban dirujuk ke Rumah Sakit Margono Soekarjo Purwokerto.
"Iya (korban dirujuk) biar ditangani profesional dan cepat. Keadaan sehat aman," kata dia.
Kakak korban, Cici Mardiyani pun menilai aksi yang dilakukan pelaku ke adiknya sudah berlebihan.
Ia berharap, pihak berwajib bisa memberikan hukuman dengan adil.
"Untuk harapannya paling biar diberi keadilan, seadil-adilnya.
"Minta supaya anak itu (pelaku) kalau bisa kalau ada Undang Undang-nya dipenjarakan saja, hukum seberat-beratnya," ujar Cici.
Dinas Pendidikan Dampingi Korban
Sadmoko Danardono selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cilacap mengaku menyesalkan atas terjadinya tindak perundungan ini.
"Iya benar, sekarang sedang ditangani oleh yang berwenang," katanya.
Ia mengatakan, pelaku perundungan duduk di kelas 9 sedangkan korban masih kelas 8.
Sadmoko pun berjanji akan pendampingi korban.
"Kita dampingi dan penanganannya sedang dalam proses," kata Sadmoko.
Alasan pelaku merundung korban pun cukup sepele.
Pelaku yang merupakan ketua sebuah geng di sekolah merasa kesal terhadap korban karena korban tak gabung di kelompoknya.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakapolresta Cilacap, AKBP Fajar Satria.
"Pelaku tidak terima, karena korban mengaku menjadi bagian anggota kelompok siswa sekolah lain," kata Arif Fajar Satria.
Artikel ini telah tayang di TribunBanyumas.com dengan judul Viral, Siswa SMP di Cilacap Di-bully Temannya, Korban Dipukul Hingga Diseret dan TAK BERMORAL! Siswa SMP di Cilacap Di-bully Temannya, Diinjak & Diseret, Jadi Tontonan: 'Ampun!' danĀ UPDATE Kasus Bullying di Cilacap, Dua Bocah Jadi Tersangka, Keluarga Korban Tuntut Keadilan
Baca berita terkait Bully di sini