Sosok Giarti, TKW yang Dikabarkan Hilang Selama 10 Tahun, Ternyata Uang Kirimannya Ditilep Tetangga

Penulis: Bangkit Nurullah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sosok Giarti, TKW yang Dikabarkan Hilang Selama 10 Tahun, Ternyata Uang Kirimannya Ditilep Tetangga

Berulang kali WT pulang kampung ke Tulungagung, namun dia selalu mengelak saat ditanya keberadaan Giarti.

WT beralasan Giarti hilang di Malaysia dan tidak tahu keberadaannya.

Baca: Profil dan Biodata Michelle Kurisi, Aktivis Papua yang Meninggal Diduga Dibunuh KKB

Ibu Meninggal Dunia

Kabar hilangnya Giarti membuat sang ibunda meninggal dunia, sementara sang ayah mengalami stroke.

Hingga tiga bulan lalu, ada seseorang dari Malaysia yang menghubungi kontak Pemerintah Desa Kaliwungu.

Orang itu ternyata pekerja migran asal Jember yang menemukan Giarti saat bekerja di sebuah panti jompo.

"Dari pendamping itu akhirnya kami bisa berkomunikasi. Dia cerita kalau pernah jadi pembantu, lalu kerja di restoran, terakhir di toko,” tutur Ismiatin.

Baca: Berikut Isi Surat Anies Baswedan Pinang AHY jadi Cawapres di Pilpres 2024, Ditulis Pakai Tinta Biru

Kronologi Keluarga Tahu Uangnya Diduga Ditilep Tetangga

Ketika sudah berhasil kembali berkomunikasi, Giarti pun bertanya apakah selama ini uang titipannya sampai dari WT.

Keluarga pun kebingungan karena WT selama ini masih bekerja di Malaysia.

"Dia (Giarti) tanya, uangnya sudah diambil di WT? Kami bingung, selama ini tidak ada kiriman sama sekali," ungkap Ismiatin.

Saat ini, Giarti dibantu majikan barunya berupaya kembali ke Indonesia.

Namun upaya ini kemungkinan terkendala karena dokumen keimigrasiannya sudah mati.

Ismiatin ingin memastikan adiknya kembali selamat tiba di Tulungagung dan menemui ayahnya.

"Yang penting dia selamat, pulang dulu ke Tulungagung. Soal gaji, kalau bisa nanti kita urus di sini," katanya.

Baca: Din Syamsuddin Sampaikan Karakteristik Pesantren Muhammadiyah & Tantangan Global di Rakornas LP2PPM

Komunikasi Pihak Desa

Terpisah, Sekretaris Desa Kaliwungu, Kecamatan Ngunut, Hadi Wahono, mengatakan pihaknya aktif berkomunikasi dengan pendamping Giarti di Malaysia.

Sejak 3 bulan lalu, Pemdes Kaliwungu terus berkomunikasi untuk memastikan kepulangan Giarti.

Sejauh ini, masih ada kendala dokumen, sehingga proses pemulangan belum bisa dilakukan.

"Pihak majikan yang punya inisiatif memulangkan ke Indonesia. Nanti kami yang akan menjemput di bandara," ujar Hadi.

 

(TribunnewsWiki.com) (Tribunjabar.id/Rheina Sukmawati) (Suryamalang.com/Frida Anjani)

 



Penulis: Bangkit Nurullah
BERITA TERKAIT

Berita Populer