Lantas siapakah sosok Giarti?
Giarti merupakan wanita asal Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Giarti berusia 39 tahun.
Wanita asal Tulungagung tersebut berprofesi sebagai asisten rumah tangga di Malaysia.
Diketahui Giarti diberangkatkan oleh tetangganya, WT.
Baca: Dicap Pengkhianat Oleh Demokrat, Respon Anies Baswedan: Kita Ingin Indonesia Adil dan Lebih Maju
Namun sejak bekerja di Malaysia, Giarti hilang kontak dan tidak bisa dihubungi keluarga.
Keluarga pun khawatir dengan kondisi dan keberadaan Giarti di negeri orang.
Pihak keluarga pun bertanya kepada WT, sebagai pihak yang memberangkatkan.
Tetapi WT mengatakan Giarti hilang di Malaysia dan tidak pernah bertemu lagi.
Baca: Respon Anies Usai Demokrat Hengkang dari Koalisi Perubahan: Kita Ingin Indonesia Adil dan Lebih Maju
Belakangan diketahui bahwa Giarti sejatinya rutin mentransfer uang dari hasil kerjanya untuk keluarga.
Uang tersebut Giarti titipkan lewat WT.
Namun, pihak keluarga mengaku tidak pernah menerima uang tersebut dari WT.
Usut punya usut, ternyata WT diduga "menilep" uang yang seharusnya ia berikan pada keluarga Giarti.
Kini, Giarti pun sudah berhasil ditemukan oleh rekan sesama pekerja di Johor, Malaysia.
Pihak keluarga pun sudah bisa kembali mengontak Giarti dan sedang berusaha memulangkan Giarti.
"Sekarang ditampung sementara, terus dalam proses pemulangan," kata Ismiatin (41), kakak sulung Giarti saat dihubungi pada Kamis (31/8/2023), dikutip dari SuryaMalang.
Menurut Ismiatin, Giarti mengalami gangguan kondisi mental.
Namun 10 tahun lalu, Ismiatin dan pihak keluarga merelakan Giarti bekerja ke Malaysia karena WT mengajaknya.
"Waktu itu WT bilang punya bos bagus. Nanti adik saya dipekerjakan sebagai pembantu di rumah bosnya," papar Ismiatin.
Berulang kali WT pulang kampung ke Tulungagung, namun dia selalu mengelak saat ditanya keberadaan Giarti.
WT beralasan Giarti hilang di Malaysia dan tidak tahu keberadaannya.
Baca: Profil dan Biodata Michelle Kurisi, Aktivis Papua yang Meninggal Diduga Dibunuh KKB
Kabar hilangnya Giarti membuat sang ibunda meninggal dunia, sementara sang ayah mengalami stroke.
Hingga tiga bulan lalu, ada seseorang dari Malaysia yang menghubungi kontak Pemerintah Desa Kaliwungu.
Orang itu ternyata pekerja migran asal Jember yang menemukan Giarti saat bekerja di sebuah panti jompo.
"Dari pendamping itu akhirnya kami bisa berkomunikasi. Dia cerita kalau pernah jadi pembantu, lalu kerja di restoran, terakhir di toko,” tutur Ismiatin.
Baca: Berikut Isi Surat Anies Baswedan Pinang AHY jadi Cawapres di Pilpres 2024, Ditulis Pakai Tinta Biru
Ketika sudah berhasil kembali berkomunikasi, Giarti pun bertanya apakah selama ini uang titipannya sampai dari WT.
Keluarga pun kebingungan karena WT selama ini masih bekerja di Malaysia.
"Dia (Giarti) tanya, uangnya sudah diambil di WT? Kami bingung, selama ini tidak ada kiriman sama sekali," ungkap Ismiatin.
Saat ini, Giarti dibantu majikan barunya berupaya kembali ke Indonesia.
Namun upaya ini kemungkinan terkendala karena dokumen keimigrasiannya sudah mati.
Ismiatin ingin memastikan adiknya kembali selamat tiba di Tulungagung dan menemui ayahnya.
"Yang penting dia selamat, pulang dulu ke Tulungagung. Soal gaji, kalau bisa nanti kita urus di sini," katanya.
Baca: Din Syamsuddin Sampaikan Karakteristik Pesantren Muhammadiyah & Tantangan Global di Rakornas LP2PPM
Terpisah, Sekretaris Desa Kaliwungu, Kecamatan Ngunut, Hadi Wahono, mengatakan pihaknya aktif berkomunikasi dengan pendamping Giarti di Malaysia.
Sejak 3 bulan lalu, Pemdes Kaliwungu terus berkomunikasi untuk memastikan kepulangan Giarti.
Sejauh ini, masih ada kendala dokumen, sehingga proses pemulangan belum bisa dilakukan.
"Pihak majikan yang punya inisiatif memulangkan ke Indonesia. Nanti kami yang akan menjemput di bandara," ujar Hadi.