Warga Aceh Dianiaya Personel Paspampres hingga Tewas, Panglima TNI Minta Pelaku Dihukum Mati

Editor: Febri Ady Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Panglima TNI Yudo Margono.

"Dek kirem peng 50 juta peugah bak mak beuh, abang ka ipoh nyoe (Dik, tolong bilang sama ibu suruh kirim uang 50 juta, abang sudah dipukul)," kata Imam dalam video itu.

Video itu beredar luas pada kalangan masyarakat Aceh. Bahkan, foto dan video yang memperlihatkan korban telah dianiaya turut beredar.

Keluarga Masykur mengaku tak memiliki uang Rp50 juta, tetapi mereka berusaha mendapatkannya,

"Neu kirem jino aju bueh, meuhan matee lon (kirim terus sekarang ya, kalau tidak mati saya)," demikian suara yang terdengar pada akhir percakapan.

Baca: Kisah Teguh, Driver Ojol Jujur yang Temukan Ponsel Milik Paspampres lalu Mengembalikannya

Sosok Imam

Imam Masykur adalah anak kedua dari empat bersaudara yang lahir dari pasangan Masykur (57) dan Fauziah (47) warga Desa Mon Keulayu Gandapura, Bireuen, Aceh.

Setahun ini Imam berada di Jakarta untuk mencari kerja. Di sana dia tinggal bersama keluarga sepupunya, Said Sulaiman.

Sebelum pergi ke Jakarta, Imam disebut sempat berjualan di Medan, Sumatra Utara.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Paspampres di sini.



Editor: Febri Ady Prasetyo
BERITA TERKAIT

Berita Populer