ASN di Jakarta Boleh WFH hingga 2 Bulan ke Depan, Tetap Diawasi lewat Video Call

Editor: Febri Ady Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Lanskap Kota Jakarta yang diselimuti kabut asap polusi, Kamis (24/5/2023). Menurut data situs penyedia peta polusi IQAir, indeks kualitas udara saat itu mencapai 155 atau masuk dalam kategori tidak sehat

Nantinya, Pemprov DKI akan memberlakukan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) 50 persen hanya diberlakukan selama KTT ASEAN di sekolah-sekolah yang dekat dengan tempat acara.

"Setelah tanggal 7 yang sekolah biasa kembali dan WFH jadi 50 persen kembali," ungkap Heru.

Baca: Cegah Penularan Covid-19, Luhut Anjurkan Kantor Lakukan WFH 1 hingga 2 Pekan

Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi

Kualitas Udara di Jakarta Masih Belum Baik

Meski Pemprov DKI mulai menerapkan WFH bagi pegawai ASN hari ini, kualitas udara di Jakarta masih berstatus oranye hingga merah.

Status oranye artinya udara di Jakarta tidak sehat bagi kelompok sensitif sementara status merah artinya tidak sehat atau buruk.

Dikutip dari TribunTangerang.com, indeks kualitas udara di Jakarta berada di angka tertinggi 156 pada pukul 14.00 WIB yang artinya tidak sehat.

Adapun konsentrasi particulate matter (PM) 2.5 atau debu halusnya mencapai 11,1 kali dari panduan kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kelembapan udara 50 persen dan suhu 30 derajat celsius sehingga warga Jakarta diimbau memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Kualitas udara terburuk di Jakarta terpantau di Stasiun Jeruk Purut dengan angka 156 yang artinya tidak sehat.

Sejumlah wilayah lainnya seperti Kemayoran, Kemang, dan Simprug berada di atas angka 120 yang artinya tidak sehat bagi kelompok sensitif.

(Tribunnewswiki.com/TribunBanten.com/Tribunnews.com)



Editor: Febri Ady Prasetyo
BERITA TERKAIT

Berita Populer