Apa Itu Wukuf ? Puncak Ibadah Haji yang Dilakukan di Padang Arafah

Penulis: Ika Wahyuningsih
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Suasana di puncak Jabal Rahmah, Sabtu (10/8/2019) dini hari Waktu Arab Saudi. Ribuan jemaah haji dari berbagai negara incar posisi wukuf di Jabal Rahmah yang diyakini sebagai tempat bertemuanya Nabi Adam dan Hawa.

Al-Shakhrat adalah satu tempat berada di bawah Jabal Rahmah di padang Arafah.

Dan ketika berada di Arafah, perbanyaklah doa.

Hindari melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat merusak ibadah Anda; mengobrol atau berjalan-jalan.

Lebih baik Anda memperbanyak doa dan dizikir, dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Berikut adalah hadist yang menjelaskan tentang hal tersebut:

Rosulullah SAW bersabda:

لِمَا رُوِىَ أَنَّ النَبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ قَالَ : خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِي: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (وراه الترمذي

Artinya:

“Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari ‘Arafah dan sebaik-baik apa yang aku dan para Nabi sebelumku katakan adalah:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ اْلمُلْكُ وَ لَهُ اْلحَمْدُ يُـحْيِي وَيُـمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Artinya:

“Tiada Tuhan melainkan Allah semata dan tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya lah segala kerajaan dan pujian dan Dialah Yang Maha berkuasa atas segala sesuatu” (HR at-Tirmidzi)

Jika orang haji tidak berada di ‘Arafah pada waktu wukuf, maka tiada haji baginya.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda:

“Artinya : Haji adalah wuquf di Arafah.

Maka siapa yang mendapati ‘Arafah pada malam hari sebelum terbit fajar, sesunggunya dia telah mendapat haji”

(HADITS RIWAYAT AHMAD, ABU DAWUD, TIRMIDZI DAN IBNU MAJAH)

Sebenarnya, tidak ada yang spesifik tentang kewajiban berwuquf, kecuali berdiam di kawasan Arafah antara waktu dzuhur sampai maghrib. 

Wukuf di Arafah. (Instagram/marco_umrah)

Namun dari segi pandangan hukum Islam, siapa yang berhenti walau sejenak di Padang Arafah setelah tergelincirnya matahari 9 Dzulhijjah, maka wukufnya dapat dinilai shahih.

Aktivitasnya pun, tidak ada yang khusus, asalkan tidak keluar dari kawasan itu dan tidak melanggar ketentuan ibadah haji secara umum maka wukufnya dianggap sah. Dan, dengan sendirinya sudah memenuhi rukun haji.

Halaman
1234


Penulis: Ika Wahyuningsih
BERITA TERKAIT

Berita Populer