Hal ini lantaran Kabupaten Sukoharjo disebut pelosok oleh mahasiswa KKN hingga viral di Twitter.
Kabupaten yang berada di wilayah Solo Raya ini menjadi trending topic di Twitter sejak Rabu (3/5/2023).
Bahkan Sukoharjo masih trending hingga Kamis (4/5/2023) pukul 09.04 WIB.
Penyebab trending menyusul cuitan dari pemilik akun Twitter @undipmenfess.
Bahkan karena tweet tersebut viral di Twitter, mahasiswa tersebut lantas menjadi bulan-bulanan netizen.
Hingga akhirnya mahasiswa yang sebut Sukoharjo pelosok berakhir minta maaf pada Rabu (3/5/2023) malam karena sudah membuat warga Sukoharjo merasa tersinggung.
Baca: Viral Sukoharjo Trending di Twitter, Disebut Pelosok oleh Mahasiswa KKN, Netizen: Di Sini Ada Mal
Baca: Mahasiswa KKN Univet Bantara Sukoharjo Memanfaatkan Buah Mengkudu Jadi Bahan Bermanfaat di Grobogan
Lantas di mana Kabupaten Sukoharjo ?
Apakah benar Sukoharjo pelosok seperti yang dicuitkan mahasiswa tersebut hingga viral di Twitter ?
Inilah beberapa informasi yang berhasil Tribunnewswiki kumpulkan terkait Kabupaten Sukoharjo yang viral di Twitter.
Sukoharjo (Jawa: ꦱꦸꦏꦲꦂꦗ, translit. Sukåharjå) merupakan sebuah wilayah kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia.
Ibu kotanya adalah Kecamatan Sukoharjo Kota, sekitar kurang lebih 10 km terletak di selatan Kota Surakarta.
Kabupaten Sukoharjo berbatasan dengan Kota Surakarta di utara, Kabupaten Karanganyar di timur, Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Gunungkidul (Daerah Istimewa Yogyakarta) di selatan, juga Kabupaten Klaten dan Kabupaten Boyolali di sebelah barat.
Kabupaten Sukoharjo juga mempunyai nama sebutan (julukan) yang cukup terkenal, antara lain: Kota Makmur, Kota Tekstil, Kota Gamelan, The House of Souvenir, Kota Gadis (perdagangan, pendidikan, industri, dan bisnis), Kabupaten Jamu,[7] Kabupaten Pramuka, serta Kabupaten Batik.
Dilansir dari laman Sukoharjokab.go.id, pada masa pendudukan Jepang, wilayah Karesidenan Surakarta pernah merupakan Daerah Istimewa yang dikenal dengan Solo Ko (Kasunanan) dan Mangkunegaran Ko (Mangkunegaran).
Wilayah Mangkunegaran meliputi daerah Kabupaten Karanganyar, Wonogiri, dan sebagian kota Solo. Sedangkan wilayah Kasunanan meliputi daerah Kabupaten Sragen, Klaten, Boyolali, dan Kabupaten Kutha Surakarta.
Sukoharjo pada waktu itu hanya merupakan suatu daerah tepi dengan pimpinan pemerintahan tertinggi adalah “Wedono”, tak ubahnya dengan Bekonang, dan Kartasura.
Kawedanan Sukoharjo, Bekonang, dan Kartasura ini menjadi satu masuk wilayah Kabupaten Kutha Surakarta, di bawah pemerintah Kasunanan.
Pada tanggal 27 Mei 1946 Kabupaten Karanganyar secara defakto menyatakan diri lepas dari pemerintahan Mangkunegaran.
Hal ini kemudian diikuti oleh Kabupaten Boyolali dan Sragen yang juga menyatakan diri lepas dari pemerintahan Kasunanan. Kabupaten Kutha Surakarta kemudian diputuskan pindah ke Sukoharjo.