Sosok Akhmad Hadian Lukita, Dirut LIB yang Jadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan

Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Febri Ady Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Akhmad Hadian Lukita terpilih menjadi Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) menggantikan Cucu Somantri yang mengundurkan diri

2 . Ketua Panitia Pelaksana berinisial AH

Barisan kedua ada Ketua Panitia Pelaksana berinisial AH.

AH tidak membuat peraturan keselamatan dan keamanan.

Dia adalah sosok yang memegang tanggung jawab terhadap pertandingan dan penonton.

"Kemudian mengabaikan keamanan yang seharusnya (kapasitas) 38.000 penonton dijual (tiket) 42.000," jelas dia.

3. Security officer berinisial SS

Kemudian ada SS yang menjadi Security officer.

Steward, lanjutnya, seharusnya ada di lokasi tugas selama penonton masih berada di lokasi stadion.

Akan tetapi SS diduga memerintahkan steward meninggalkan lokasi.

Sehingga penonton dalam jumlah banyak kesulitan untuk keluar dari pintu stadion Kanjuruhan.

"Dari situlah banyak muncul korban," ujar Sigit.

Baca: Tragedi Kanjuruhan Tewaskan Ratusan Orang, Arema FC Didenda Rp250 Juta

Baca: Mahfud Sebut Aparat Sudah Minta Antisipasi Pertandingan Arema-Persebaya, Panitia Justru Tak Gubris

4. Kabagops Polres Malang berinisial Wahyu SS

Listy Sigit menyebut Kabagops Polres Malang berinisial Wahyu SS tidak mencegah atau melarang gas air mata ketika pengamanan.

"Tidak melakukan pengecekan langsung terkait dengan kelengkapan personel," ujarnya.

5. Brimob Polda Jatim berinisial H

Hasdarman memerintahkan anggotanya melakukan penembakan gas air mata.

6. Kasat Sammapta Polres Malang berinisial BSA

Bambang Sidik juga memerintahkan anggotanya untuk menembakkan gas air mata.

Seperti yang diketahui, kerusuhan pecah di Stadion Kanjuruhan di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam. 

Sebanyak 127 orang meninggal dunia dalam insiden yang terjadi setelah laga pertandingan sepak bola Liga 1 Indonesia antara Arema FC versus Persebaya Surabaya.

(TRIBUNNEWSWIKI/Ka)



Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Febri Ady Prasetyo
BERITA TERKAIT

Berita Populer