"Kami berharap bisa mencapai kesepakatan agar [situasi] kembali aman sesegera mungkin," kata pejabat keamanan Mesir secara anonim kepada AFP.
Sementara itu, sumber lain mengatakan ada perwakilan kelompok Jihat Islam yang mungkin berkunjung ke Kairo pada hari Sabtu.
Baca: Polisi Israel Pukul Pengusung Peti Jenazah Jurnalis Shireen Abu Akleh
Qatar mengutuk keras serangan Israel ke Gaza.
"Masyarakat internasional harus segera bergerak untuk menghentikan serangan yang dilakukan Israel secara berulang-ulang terhadap warga sipil, terutama wanita dan anak-anak," demikian pernyataan Qatar.
Yordania meminta Israel segera menghentikan "agresinya" di Gaza.
Juru bicara Yordania, Abu al-Ful, memperingatkan adanya konsekuensi berbahaya yang akan meningkatkan ketegangan dan kekerasan.
Negara itu meminta kedua belah pihak kembali bernegosiasi di meja perundingan.
Baca: Ditembak Mati oleh Tentara Israel, Jurnalis Abu Akleh Sudah Meliput Palestina Puluhan Tahun
Perdana Menteri Israel Yair Lapid membela serangan itu.
Dia berjanji akan melakukan apa pun demi membela warga Israel.
"Israel menjalankan operasi antiteror yang presisi dalam melawan ancaman langsung. Kami tidak berperang melawan warga Gaza."
Kelompok Jihad Islam menuding Israel telah menargetkan warga sipil dalam serangannya.
"Muush telah memulai perang yang menargetkan warga kami, kami semua berkewajiban untuk membela diri kami dan warga kami."
Baca: Kasus Menlu Rusia Sebut Hitler Punya Darah Yahudi, Putin Minta Maaf kepada Israel
Pejabat Hamas bernama Ghazi Mada menyebut serangan Israel sebagai "kejahatan yang brutal".
"Pembantaian yang dilakukan oleh [pasukan] pendudukan Israel terhadap warga kami."
Baca berita lain tentang Palestina di sini