Reaksi Dunia atas Serangan Terbaru Israel yang Tewaskan 10 Warga Palestina

Editor: Febri Ady Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Api terlihat di Gaza saat serangan udara Israel berlangsung, (5/8/2022).

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Israel melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza pada hari Jumat, (5/8/2022).

Serangan itu dilaporkan menewaskan 10 orang, termasuk anak perempuan berumur lima tahun.

Kelompok Jihad Islam kemudian membalasnya dengan menembakkan lebih dari 100 roket ke wilayah Israel.

Sejumlah negara dan lembaga internasional memberikan tanggapan berbeda-beda mengenai serangan itu.

Israel dan sekutunya membela aksi itu, sedangkan pendukung warga Gaza mencela serangan tersebut.

Dikutip dari Al Jazeera, berikut beberapa reaksi atas serangan Israel

PBB

Tor Wennesland, koordinator khusus PBB untuk proses perdamaian di Timur Tengah, mengutuk serangan Israel.

"Beberapa jam lalu, setidaknya 10 warga Palestina tewas oleh serangan udara Israel. Saya sangat sedih mendengar laporan bahwa anak berusia lima tahun tewas dalam serangan ini.Serangan terhadap warga sipil tidak bisa dibenarkan," kata dikutip dari Al Jazeera.

Baca: Joe Biden Puji Donald Trump yang Berusaha Damaikan Israel dengan Arab

Amerika Serikat (AS)

John Kirby, Koordinator Keamanan Nasional AS untuk komunikasi strategis, membela aksi Israel.

Namun, dia juga mendesak kedua belah pihak untuk menurunkan ketegangan.

"Kami mendesak semua pihak untuk menghindari eskalasi lebih lanjut. Kami tetap memegang komitmen kami mengenai keamanan Israel, dan kami akan terus berupaya menguatkan semua aspek dalam kerja sama AS-Israel.

"Kami pasti mendukung penuh hak Israel untuk membela dirinya dalam melawan kelompok teroris yang menghilangkan nyawa warga sipil tak berdosa di Israel.

Baca: PBB: Jurnalis Palestina Shireen Abu Akleh Tewas oleh Tembakan Pasukan Israel

Turki

Turki mengecam keras serangan udara di Gaza. Negara itu amat menyayangkan serangan itu karena telah menewaskan warga sipil, termasuk anak-anak.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Turki mendesak kedua belah pihak "menahan diri dan menggunakan akal sehat".

"Kami sangat mengkhawatirkan terjadinya peningkatan ketegangan di wilayah ini setelah serangan tersebut.

Mesir

Mesir kini berusaha meredakan situasi panas di Gaza.

"Kami berharap bisa mencapai kesepakatan agar [situasi] kembali aman sesegera mungkin," kata pejabat keamanan Mesir secara anonim kepada AFP.

Sementara itu, sumber lain mengatakan ada perwakilan kelompok Jihat Islam yang mungkin berkunjung ke Kairo pada hari Sabtu.

Baca: Polisi Israel Pukul Pengusung Peti Jenazah Jurnalis Shireen Abu Akleh

Qatar

Qatar mengutuk keras serangan Israel ke Gaza.

"Masyarakat internasional harus segera bergerak untuk menghentikan serangan yang dilakukan Israel secara berulang-ulang terhadap warga sipil, terutama wanita dan anak-anak," demikian pernyataan Qatar.

Yordania

Yordania meminta Israel segera menghentikan "agresinya" di Gaza.

Juru bicara Yordania, Abu al-Ful, memperingatkan adanya konsekuensi berbahaya yang akan meningkatkan ketegangan dan kekerasan.

Negara itu meminta kedua belah pihak kembali bernegosiasi di meja perundingan.

Baca: Ditembak Mati oleh Tentara Israel, Jurnalis Abu Akleh Sudah Meliput Palestina Puluhan Tahun

Israel

Perdana Menteri Israel Yair Lapid membela serangan itu.

Dia berjanji akan melakukan apa pun demi membela warga Israel.

"Israel menjalankan operasi antiteror yang presisi dalam melawan ancaman langsung. Kami tidak berperang melawan warga Gaza."

Kelompok Jihad Islam

Kelompok Jihad Islam menuding Israel telah menargetkan warga sipil dalam serangannya.

"Muush telah memulai perang yang menargetkan warga kami, kami semua berkewajiban untuk membela diri kami dan warga kami."

Baca: Kasus Menlu Rusia Sebut Hitler Punya Darah Yahudi, Putin Minta Maaf kepada Israel

Hamas

Pejabat Hamas bernama Ghazi Mada menyebut serangan Israel sebagai "kejahatan yang brutal".

"Pembantaian yang dilakukan oleh [pasukan] pendudukan Israel terhadap warga kami."

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Palestina di sini



Editor: Febri Ady Prasetyo

Berita Populer