Lalu, orang tersebut diamankan polisi agar tidak diserang oleh kelompok yang pro.
"Tetapi framing di luar, menggambarkan kita menyerbu masjid, tidak ada itu," tuturnya.
Kapolda Jateng juga mengatakan soal informasi anggota polisi yang melakukan penculikan warga itu tidak benar.
Kabar tersebut muncul saat seseorang menyebarkannya melalui akun media sosial.
"Ada informasi anggota kita melakukan penculikan, sebenarnya tidak begitu, pada saat hari H pelaksanaan, kita mengamankan salah satu orang yang dilakukan pemeriksaan."
"Pada saat pemeriksaan, dia mengakui, yang bersangkutan mengakuki bahwa mereka mempunyai akun."
"Dia tidak diculik, istrinya pun tahu," katanya.
Baca lengkap soal Covid-19 di sini