Bahkan, orang Tionghoa selalu berharap hujan turun menjelang dan tepat di Tahun Baru Imlek. Menurut mereka, semakin deras hujannya semakin bagus.
Baca: Penjelasan Tentang Kenapa Setiap Tahun Baru Imlek Selalu Hujan, Faktor Cuaca atau Sebuah Rezeki?
Cerita Legenda di Balik Turun Hujan saat Imlek
Perayaan yang selalu bertepaan dengan musim penghujan ternyata memiliki kisah legenda di baliknya.
Kisah itu diceritakan ulang oleh Ketua Yayasan Kelenteng Kebun Jerut TITD Low Lie Bio Semarang, Indra Satya Hadinata.
Indra mengisahkan, nenek moyang orang Tionghoa bermata pencaharian petani.
Mereka mengandalkan penghidupan murni dari hasil bercocok tanam. Tahun Baru Imlek ini rupanya menjadi penanda datangnya musim semi.
"Di Tiongkok yang kala itu mayoritas penduduknya hidup bertani, perayaan Imlek inilah sebagai perayaan musim semi," tutur Indra.
Musim semi membawa kabar gembira dan pengharapan bagi petani.
Hal itu lantaran di momen ini lah mereka dapat memulai kegiatan bercocok tanam pasca berlalunya musim dingin, yang menyebabkan aktivitas bekerja mereka terhenti.
Meski orang Tionghoa kini banyak yang tak bekerja sebagai petani, mereka tetap melanggengkan tradisi ini.
Indra mempercayai, hujan sebagaimana unsur air, selalu mendatangkan rezeki.
"Air merupakan satu sumber kehidupan. Maka waktu Tahun Baru Imlek sering bersamaan dengan turunnya hujan karena dipercaya membawa rizki bagi orang Tionghoa," pungkasnya.
Sehingga, itulah mengapa hujan di Tahun Baru Imlek adalah perlambang akan ada banyak rezeki dan keberuntungan menunggu di tahun baru.
Baca: Gong Xi Fa Cai! Rayakan kemeriahan Tahun Baru Imlek di Alila Solo
Baca selengkapnya terkait Imlek 2022 di sini