Meski begitu, hujan saat Imlek justru dipercata mengandung keberkahan dan rezeki.
Akan tetapi, ada penjelasan ilmiah mengapa Imlek selalu identik dengan hujan.
Menurut Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto, Imlek selama ini selalu jatuh pada Januari hingga Februari. Bulan-bulan tersebut adalah bulan musim hujan.
Selain itu, Dosen Jurusan Arkeologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmi Prihantoro menyebut, masyarakat China meyakini bahwa hujan merupakan tanda keberkahan.
“Sari sisi filososif sebenarnya hujan membawa keberkahan, sehingga kadang-kadang hujan itu justru ditunggu. Jadi, ketika Imlek kemudian hujan, itu mereka merasa berkahnya turun. Ada semacam kebahagiaan,” tuturnya dilansir TribunSolo.com dari artikel Kompas.com.
Baca: Kumpulan Ucapan Imlek 2022 dalam Bahasa Inggris, untuk Orang Terdekat
Selain itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia Provinsi DKI Jakarta Glenn Wijaya, menyebut hujan merupakan simbol keberuntungan.
Ia menegaskan, huja saat perayan Tahun Baru Imlek menjadi pertanda baik.
“Imlek identik dengan hujan karena hujan merupakan simbol keberuntungan. Apalagi Imlek itu untuk menandai datangnya spring (musim semi). Maka dari itu, hujan merupakan simbol yang baik untuk kehidupan agraris,” ujar dia.
Baca: Rayakan Tahun Baru Imlek dengan Tayangan Netflix, Kini Bisa Langganan Prabayar Lewat Alfamart
Mengutip TribunSolo.com, Andrian Cangianto, Pengamat Budaya Tionghoa menjelaskan, tidak hanya etnis China saja yang menganggap gerimis adalah berkah.
Terkait tidak turun hujan saat Imlek, bukan berarti hal itu akan ada bencana yang turun.
"Semua agama dan semua warga dunia, saya rasa menganggap bahwa gerimis adalah berkah. Air adalah berkah yang diberikan oleh Tuhan untuk kehidupan manusia. Apalagi Indonesia adalah negara agraris. Air sangat diperlukan untuk persawahan," tutur Andrian, dikutip dari Tribun Jateng.
Namun, ia berujar jika hujan tidak turun pada Januari hingga Maret, justru hal itulah yang menjadi bencana.
Diketahui, di Indonesia sendiri musim hujan turun terjadi mulai Oktober hingga Maret.
Apabila tidak ada hujan hingga Maret, imbuh dia, sudah pasti kekeringan melanda Indonesia.
"Karena Imlek jatuh pada bulan sekitar Januari dan Februari, maka Imlek identik dengan hujan," jelasnya.
Baca: Simak 40 Ucapan Selamat Tahun Baru Imlek 2022 Beserta Artinya, Cocok Untuk Update Status
Sementara, bagi Andi tak semua air yang turun dari langit saat Imlek adalah keberkahan.
Ia berujar, jika air yang diturunkan terlalu banyak, jelas hal itu adalah bencana.
Akan tetapi, hujan saat perayaan Tahun Baru Imlek tersebut selalu ditunggu-tunggu lantaran dianggap membawa hoki.