Korsel Sebut Korut Kembali Tembakkan Rudal, Kali Ini Diluncurkan dari Bandara di Pyongyang

Editor: Febri Ady Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un saat rapat Komite Sentral ke-8 Partai Pekerja Korea (WPK) di Korea Utara.

AS terus mendesak Korut agar menghentikan program nuklir dan pengembangan rudal.

Namun, pemerintahan Presiden Joe Biden pada Januari lalu gagal membuka dialog dengan Korut.

Meski ajakan untuk melakukan pembicaraan tidak ditanggapi, Departemen Luar Negeri AS mengatakan AS terus berusaha mencari jalan diplomasi dengan Korut.

"Apa yang kita lihat beberapa hari belakangan ... hanya menguatkan keyakinan kami bahwa jika kami ingin membuat kemajuan, kami perlu terlibat dalam dialog itu, " kata Juru Bicara Deplu AS Ned Price dikutip dari Reuters, (13/1/2022).

Kementerian Keuangan AS mengatakan enam peluncuran rudal balistik yang dilakukan Korut sejak September tahun lalu telah melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.

Dikutip dari CNBC, enam warga Korut yang dijatuhi sanksi adalah

1. Choe Myong Hyon, warga Korut yang tinggal di Rusia;

2. Sim Kwang Sok, kepala perwakilan yang terlibat dalam produksi aloi baja dan kini tinggal di Cina;

3. Kim Song Hun, kepala perwakilan yang terlibat dalam pengembangan perangkat lunak dan bahan kimia, kini tinggal di Cina;

4. Kim Song Hun, kepala perwakilan yang mendapatkan barang dari perusahaan Cina;

5. Pyon Kwang Chol, yang bekerja pada perusahaan di bawah Second Academy of Natural Sciences;

6. O Yong Ho, warga Korut yang tinggal di Rusia.

Sementara itu, warga Rusia yang kena sanksi adalah Roma Anatolyevich; perusahaan Rusia yang dijatuhi sanksi adalah Parsek LLC.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang Korea Utara di sini



Editor: Febri Ady Prasetyo
BERITA TERKAIT

Berita Populer