Truk kontainer dengan muatan besar menabrak dirinya yang sedang mengendarai sepeda motor sepulang kerja, sehingga membuatnya terpelanting jauh.
Meski peristiwa itu terjadi 2006 silam, namun ingatan itu masih membekas di benak Istikomah.
Bagaimana tidak, kepalanya terluka hingga berdarah, jari dan sikunya juga demikian.
Bahkan, ia sampai tak sadarkan diri (koma) delapan hari lamanya.
Hanya gelap, begitu yang dirasakan oleh perempuan kelahiran Tegal, 3 Maret 1985 tersebut.
“Iya tidak tahu mas aku sudah tidak sadar lagi, gelap lah pokonya, tahu-tahu sudah di rumah sakit dan dioperasi,” tutur sosok bernama Istikomah tersebut, kepada Tribunnewswiki.com, Kamis (2/12/21).
Baca: Begini Cara Pencairan Sebagian Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan, Simak Syaratnya
Baca: Dugaan Korupsi di BPJS Ketenagakerjaan, Ditaksir Capai Rp 43 Triliun, Setara Gaji 10 Juta Pekerja
Perempuan yang begitu ceria ini tiba-tiba hanya bisa tertidur di atas ranjang.
Bahkan untuk sekadar berkomunikasi dengan orang lain, ia tidak bisa.
Seolah ia sedang berada di dunia antah berantah yang ia sendiri tidak tahu ada di mana.
Hingga sayup-sayup terdengar panggilan, “Isti, Is, Istikomah,” yang ternyata berasal dari ibunya. Ketika sadar, ia sudah berada di rumah sakit dan di kelilingi banyak orang.
Tak sedikit dari mereka akhirnya bisa tersenyum.
Sosok yang kala itu berusia 21 tahun harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Hampir dua bulan ia terbaring di rumah sakit, menatap dinding, atap dan suasana yang sama setiap harinya.
Jangankan untuk berjalan, untuk berdiri saja ia tak mampu karena anggota tubuhnya lumpuh.
Sampai akhirnya setelah hampir dua bulan dirawat di ruah sakit ia diperbolehkan pulang ke rumah dan menjalani rawat jalan.
Baca: Klik bsu.bpjamsostek.id/, Ini Cara Konfirmasi SMS Notifikasi untuk Penerima Subsidi Gaji Rp 600 Ribu
Meski sudah bisa dibawa ke rumah namun di rumah itu Isti (demikian ia akrab disapa) belum bisa beraktivitas seperti biasa karena sedang menjalani masa pemulihan.
“Rasanya seperti mayat hidup aku mas ketika di rumah sakit itu, tidak bisa berjalan, jangankan berjalan berdiri saja saya susah,” kata Isti penuh haru.