Terbentur PPKM Darurat, Pasangan di Boyolali Gelar Pernikahan di Bus, Bermula dari Batal Resepsi

Penulis: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi cincin pernikahan

"Dari suami saya ada opsi terakhir, kita rencanakan nikah di bus saja," ungkapnya.

Pengantin pria yang bekerja sebagai pegawai sebuah tour and travel, mendapatkan tawaran produk menikah di dalam bus.

"Akhirnya kita ambil opsi ketiga, nikah di bus, cuma ngundang keluarga inti," ungkapnya.

Rute Perjalanan Bus

Titin mengungkapkan, bus dan rombongan keluarga menjemput penghulu di KUA Sambi pukul 07.00 WIB.

Kemudian bus berjalan dan langsung dilakukan ijab qobul dan kembali KUA Sambi untuk mengantar petugas KUA.

"Habis itu bus lanjut masuk ke pintu tol Kartasura, di dalam bus ada acara pasrah tampi, terus kita juga makan di situ, sama sungkeman juga," ungkapnya.

Bus kemudian melaju menuju arah Salatiga, untuk kemudian berhenti sejenak dan mengabadikan momen lewat foto.

"Kita berhenti di rest area Salatiga, di sana istirahat bentar dan foto-foto. Setelah itu putar balik di gerbang tol Bawen," ungkapnya.

Titin mengatakan, untuk sewa bus di luar konsumsi, biaya yang dikeluarkan sekira Rp 4 juta.

"Biaya nikah di dalam bus, termasuk sewa dan pambiwara (MC) sekitar Rp 4 juta, sesuai paket yang disediakan, ada video cinematic juga," ungkapnya.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS, WARTAKOTALIVE.COM)

SIMAK ARTIKEL VIRAL DI SINI



Penulis: Putradi Pamungkas

Berita Populer