Terbentur PPKM Darurat, Pasangan di Boyolali Gelar Pernikahan di Bus, Bermula dari Batal Resepsi

Penulis: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi cincin pernikahan

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Viral di media sosial, pasangan pengantin di Boyolali menikah di dalam bus lantaran terbentur adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Pasangan tersebut adalah Titin Rachmatul Ummah (23) dan Angga Hayu Joko Siswoyo (26).

Mereka memutuskan untuk menikah lantaran menghindari adanya kerumunan.

Meski harus menikah di dalam bus, mereka mengaku lebih aman dan nyaman.

Dalam video yang beredar di media sosial, pengantin dan keluarga berada di dalam bus yang sudah didekor.

Diiringi alunan musik campursari langgam Jawa dari TV dan sound, bus melaju di jalan tol.

Baca: Rombak Aturan PPKM Darurat: Resepsi Pernikahan Ditiadakan, Tempat Ibadah Masih Ditutup

Sementara, para penumpang juga terlihat rapi mengenakan busana seperti tamu hajatan resepsi pada umumnya.

Video tersebut pertama kali diunggah akun Instagram @titinrachma, Selasa (13/7/2021).

Proses Pernikahan

Prosesi pernikahan tersebut dilangsungkan oleh pasangan pengantin Titin Rachmatul Ummah (23) dan Angga Hayu Joko Siswoyo (26).

Titin adalah seorang wanita yang berasal dari Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Sementara, sang mempelai pria Angga berasal dari Polanharjo, Klaten.

Titin mengungkapkan pernikahan di dalam bus itu dilangsungkan pada Minggu (11/7/2021) karena aturan PPKM Darurat.

"Sebenarnya kami ada rencana nikah di rumah, hajatan resepsi."

"Izin dari kecamatan juga udah dapet, beberapa hari kemudian ada surat kecamatan bahwa izin saya dicabut atau dibatalkan," ungkap Titin saat dihubungi Tribunnews.com, Rabu (14/7/2021).

Pihak keluarga juga sudah membatalkan acara dan seluruh keperluan.

Kemudian, pihak keluarga Titin merencanakan acara akad di rumah, tanpa resepsi.

"Tapi pihak orangtua bilang, kalau di rumah pasti tetep bakal ada tamu."

"Kan saya dari desa, kalau di rumah ada acara pasti tetangga pada dateng dan sama saja menimbulkan kerumunan," ungkapnya.

Sementara itu, opsi akad di kantor KUA tidak diambil karena hanya diizinkan 60 menit saja.

"Dari suami saya ada opsi terakhir, kita rencanakan nikah di bus saja," ungkapnya.

Pengantin pria yang bekerja sebagai pegawai sebuah tour and travel, mendapatkan tawaran produk menikah di dalam bus.

"Akhirnya kita ambil opsi ketiga, nikah di bus, cuma ngundang keluarga inti," ungkapnya.

Rute Perjalanan Bus

Titin mengungkapkan, bus dan rombongan keluarga menjemput penghulu di KUA Sambi pukul 07.00 WIB.

Kemudian bus berjalan dan langsung dilakukan ijab qobul dan kembali KUA Sambi untuk mengantar petugas KUA.

"Habis itu bus lanjut masuk ke pintu tol Kartasura, di dalam bus ada acara pasrah tampi, terus kita juga makan di situ, sama sungkeman juga," ungkapnya.

Bus kemudian melaju menuju arah Salatiga, untuk kemudian berhenti sejenak dan mengabadikan momen lewat foto.

"Kita berhenti di rest area Salatiga, di sana istirahat bentar dan foto-foto. Setelah itu putar balik di gerbang tol Bawen," ungkapnya.

Titin mengatakan, untuk sewa bus di luar konsumsi, biaya yang dikeluarkan sekira Rp 4 juta.

"Biaya nikah di dalam bus, termasuk sewa dan pambiwara (MC) sekitar Rp 4 juta, sesuai paket yang disediakan, ada video cinematic juga," ungkapnya.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS, WARTAKOTALIVE.COM)

SIMAK ARTIKEL VIRAL DI SINI



Penulis: Putradi Pamungkas

Berita Populer