Ini Dampaknya Jika PPKM Darurat Diperpanjang hingga 6 Minggu ke Depan

Penulis: saradita oktaviani
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Petugas gabungan dari TNI dan Polri menjaga perbatasan Bekasi dan Jakarta Timur saat pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, di Jalan Kalimalang, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Senin (5/7/2021). Petugas yang menjaga kawasan itu dengan kendaraan lapis baja jenis panser dan kendaraan taktis Barracuda meminta pengendara putar arah kembali ke wilayahnya saat pelaksanaan PPKM Darurat.

"Penambahan tempat tidur di Jakarta dengan worst case scenario saya kira berjalan terus.

Dan juga di Jawa Barat, Bandung, di Semarang, sampai di Jawa Timur dan Bali," kata Luhut dalam konferensi pers daring, Senin (12/7/2021).

Akibat lonjakan drastis pasien Covid-19, angkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit rujukan untuk pasien terinfeksi virus corona ikut meningkat.

Baca: Kasus Korupsi Pengadaan Lahan di Munjul, Gubernur DKI Jakarta Bakal Dipanggil KPK

Baca: Ikut Minta Maaf, Nora Alexandra Mohon agar Adam Deni Tak Laporkan Jerinx kepada Polisi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan membuka program Packaging Recovery Organization (PRO) secara fisik, di Jakarta, Selasa (25/8/2020). (Dokumentasi Humas Kemenko Kemaritiman dan Investasi)

Terkait hal tersebut, Luhut mengaku telah meminta TNI membuka rumah sakit-rumah sakit lapangan.

Bersamaan dengan itu, sejumlah bangunan dikonversi menjadi rumah sakit darurat Covid-19 dan tempat isolasi pasien.

Kemudian pula terkait obat-obatan, pemerintah harus memenuhi kebutuhan.

Luhut mengaku bahwa Indonesia masih kekurangan Redemsivir dan Actemara.

Selama seminggu PPKM Darurat yang diberlakukan terhitung 3-10 Juli 2021, mobilitas masyarakat telah menurun 10-15 persen.

Penurunan mobilitas itu diketahui dari hasil pemantauan yang dilakukan petugas menggunakan Google Traffic dan FB Mobility serta Indeks Cahaya Malam (NASA).

Meski begitu, ujar Luhut, angka tersebut masih berada di bawah target pemerintah, yaitu 20 persen.

Luhut berharap, turunnya mobilitas masyarakat, maka laju penyebaran Covid-19 akan ikut turun, minimal di bawah 30 ribu kasus per hari.

(Tribunnewswiki.com/Saradita, Kompas.com/Tribunnews.com)



Penulis: saradita oktaviani
Editor: Putradi Pamungkas

Berita Populer