Akar Edelweis mengandung mikorhiza yang menyukai lapisan tanah dekat permukaan karena cendawan sangat membutuhkan oksigen.
Dijuluki bunga abadi
Bunga Edelweis dijuluki sebagai bunga abadi lantaran tumbuhan ini memilki waktu mekar yang lama hingga 10 tahun lamanya.
Hormon etilen yang ada pada bunga Edelweis bisa mencegah kerontokan kelopak bunga dalam waktu yang lama.
Oleh karena itu, pesona bunganya dapat terjaga lebih lama.
Bunga Edelweis di Indonesia ditemukan pertama kali oleh naturalis berkebangsaan Jerman bernama Georg Carl Reindwardt ketika berada di lereng Gunung Gede, Jawa Barat.
Ia menemukan bunga ini pertama kali pada 1819 yang berarti Edelweis sudah ada di Indonesia lebih dari 200 tahun.
Meskipun dilarang dipetik secara sembarangan, Edelweis ternyata sempat dikembangbiakkan.
Bagi wisatawan yang ingin membawa pulang bunga Edelweis sebagai suvenir, hal ini ternyata bisa dilakukan.
Bukan di alam liar tentunya, melainkan di Desa Wisata Edelweis, Desa Wonokitri, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Di sana, Edelweis dibudidayakan sekelompok petani dan dijual kepada wisatawan sebagai oleh-oleh.
Baca: Edelweiss
Baca: Viral Pendaki Petik Bunga Edelweiss, Ternyata Begini Aturannya, jika Nekat Bisa Dipenjara 5 Tahun