Pendukung Netanyahu menyebut Bennettt sebagai pengkhianat dan mengatakan dia telah menipu para pemilih.
Bennettt membela keputusannya dan mengatakannya sebagai langkah pragmatis yang bertujuan menyatukan negara itu dan menghindari pemilihan yang berlangsung lima putaran.
Baca: PM Israel Benjamin Netanyahu: Selamat Joe Biden, Terima Kasih Donald Trump
Bennett akan menjadi PM Israel pertama yang mengenakan kippa, penutup kepala yang dikenakan oleh orang Yahudi yang taat.
Dia tinggal di pinggiran Kota Tel Aviv, di Raana. Orang tuanya lahir di Amerika.
Bennett menampilkan diri sebagai seorang yang modern, riligius, dan nasionalis.
Setelah bertugas di unit komando elite Sayeret Matkal, dia mengambil studi hukum di Universitas Hebrew.
Pada tahun 1999 dia menjadi mendirikan Cyota, sebuah perusahaan perangkat lunak anti-fraud yang dijual kepada RSA Security seharga $145 juta.
Baca: PBB Selidiki Dugaan Kejahatan Perang yang Dilakukan Israel terhadap Warga Palestina
Bennett mengatakan pengalaman pahit dalam perang Israel melawan Hisbullah pada tahun 2006 membawanya masuk ke dunia politik.
Perang yang berlangsung selama sebulan itu membuat para pemimpin politik mendapat kritik.
Ayah dari empat anak ini mewakili generasi ketiga dari pemimpin Israel, setelah pendiri Israel dan generasi Netanyahu.
"Dia adalah Israel 3.0," kata Anshel Pfeffer, seorang kolumnis Haaretz, surat kabar Israel berhaluan kiri.
Baca berita lainnya tentang Israel di sini.