Junta Militer Myanmar Bebaskan Ratusan Demonstran dan Jurnalis AP, Jalan di Yangon Mendadak Sepi

Editor: haerahr
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Para pengunjuk rasa bereaksi setelah polisi menembakkan gas air mata selama demonstrasi menentang kudeta militer di Mandalay pada Rabu 3 Maret 2021. PBB menyebut sebanyak 38 orang tewas tertembak pada demonstrasi hari Rabu dan menjadi demonstrasi paling berdarah di Myanmar. Banyak yang ditahan, namun akhirnya pada Rabu (24/3/2021) ratusan demonstran dibebaskan.

"Dua orang juga tewas di distrik itu," kata dia.

Militer pun tidak segera mengomentari insiden tersebut.

Badan Anak-anak Perserikatan Bangsa-bangsa (UNICEF) pun turut berkomentar.

"Pengunaan kekuatan mematikan terhadap anak-anak, termasuk penggunaan peluru tajam, oleh pasukan keamanan mengambil korban anak-anak di Myanmar," kata UNICEF.

Menurut UNICEF, setidaknya dalam insiden tersebut 23 anak telah tewas, dan 11 lainnya terluka parah.

“Sejak krisis dimulai setidaknya 23 anak-anak telah tewas dan setidaknya 11 lainnya terluka parah,” kata UNICEF.(Reuters)

Baca: Tanggapan Dispar Denpasar Soal Video Viral Warga Diusir dari Pantai Sanur: Tak Ada Pantai Pribadi

Baca: Viral Pengunjung Diusir dari Kawasan Pantai Sanur, Klaim Masuk Area Pantai Pribadi Milik Hotel

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Anindya, TRIBUNNEWS.COM/Srihandriatmo Malau)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Junta Militer Myanmar Bebaskan Ratusan Demonstran

Lihat selengkapnya terkait berita junta militer Myanmar di sini



Editor: haerahr
BERITA TERKAIT

Berita Populer