Hotel yang bernama Alona tersebut terletak di Jalan Lestari Kelurahan Kreo, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang.
Menjadi sarang prostitusi, terdapat pemandangan yang sangat menggangu yang dialami warga setempat.
Banyak alat kontrasepsi atau kondom berserakan di sekitar hotel.
Warga setempat pun kerap melihat kondom bekas dibuang di depan hotel.
Hotel Alona sendiri berada di tengah-tengah permukiman warga.
Baca: Pengakuan Warga, Hotel Mesum Milik Cynthiara Alona Dikenal Sebagai Limbah Kondom, Begini Kondisinya
Baca: Jadi Tersangka Kasus Prostitusi Online, Siapa Sosok Cynthiara Alona? Pernah Dijuluki Bom Seks
Karena berada di tengah pemukiman warga, ada saja kejadian yang dialami warga terkait aktivitas di hotel tersebut.
Seperti yang diceritakan Ketua RT 04/01 Kelurahan Kreo, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, Sentanu.
Dikatakan Sentanu, banyak anak-anak warga sekitar yang sedang bermain kejatuhan kondom bekas.
Kondom tersebut diduga dilempar seseorang hingga mengenai Kepala.
"Kadang-kadang anak kecil main juga engga sadar ada yang melempar kondom dari atas hotel dan mengenai Kepala," ujar Sentanu saat ditelepon, Jumat (19/3/2021), dikutip dari TribunJakarta.com.
Menurutnya, hal itu sangat mengganggu warga apalagi sampai mengenai anak kecil yang belum cukup umur.
"Kalau bisa dibilang itu tidak sopan dan tidak etis. Apa lagi masih ada anak-anak di lingkungan sekitar," sambung Sentanu.
Tak sampai situ, dikatakan Sentanu, warga memang sudah tak asing lagi dengan kondom bekas di sekitaran hotel tersebut.
Saking seringnya melihat kondom bekas, warga sekitar mengkategorikan sebagai limbah kondom.
"Dari dulu sudah ada (limbah kondom), cuma sekarang setelah ditingkatkan menjadi hotel, itu menjadi bukan WC umum, tapi berserakan dimana-mana (kondomnya)," ungkap Sentanu.
Sentanu mengaku sering menerima keluh kesah warga terkait aktivitas di dalam hotel tersebut.
Baca: Fakta Baru, Cynthiara Alona Gandeng Mucikari dan Ekspolitasi Anak demi Prostitusi Online
Baca: Cynthiara Alona Buka Hotel untuk Prostitusi Online, Dipicu Sepi Pandemi, Tarif Rp 400 Ribu-1 juta
Tak sedikit warga yang mengadu lantaran banyak wanita berpakaian seksi sering kali membawa pria ke dalam hotel tersebut.
"Warga resah dengan keberadaan hotel yang dijadikan tempat prostitusi itu mas," ujar Sentanu.
"Ya kembali lagi, kalau perizinan lingkungan, kalau benernya itu harus ada tanda tangan persetujuan dari tetangga kiri dan kanan,"