Anak Anton Medan Ungkap Wasiat Haru Sang Ayah Sebelum Meninggal : Papa Ingat Mati

Penulis: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Anton Medan, mantan perampok dan mafia judi di Jakarta yang kini menjadi pemuka agama bagi para narapidana.

"Maka dari itu, yang pertama kali dibangun di pondok ini tuh adalah makam. Sudah ada. Dan saya selalu diminta untuk mendesain nisannya," tambah sang anak.

Ketika Anton Medan memberi wasiat dan pesan terakhir, sang anak sempat terheran-heran.

"Kan papa gak tahu wafatnya kapan?" ucap sang anak.

Meski demikian, Anton Medan menyebut bahwa menyiapkan makam terlebih dahulu tanpa tahu kapan akan wafat adalah sebagai penyemangatnya untuk selalu berbuat baik.

"Saking beliau merasa kita harus menyiapkan inilah semangat kita berbuat kebaikan, agar jika nanti kembali ke Allah SWT itu dengan keridhaan husnul khotimah," ujar sang anak.

"Setelah bangun makam ini, beliau baru bangun pondok semuanya," tambahnya.

Ketika mendengar wasiat terakhir Anton Medan, sang anak tak kuasa menangis.

Ia mengucap syukur karena sang ayah, Anton Medan diberikan hidayah untuk bertobat menyairkan agama Islam sebelum dicabut nyawanya.

"Alhamdulillah, Allah maha baik. Orang yang benar tidak akan pernah salah.

Dari kesalahan beliau belajar akan namanya kebenaran. Karena mengetahui kebenaran itulah, beliau syiar setelah dapat hidayah dari Allah," ungkap anak

Detik-detik sebelum Anton Medan meninggal, sang anak ungkap pesan terakhir ayahnya.

"Sampai akhir hayatnya, beliau selalu berkata, katakan yang benar walaupun pahit," ungkap sang anak.

(Tribunnewswiki.com/Putradi Pamungkas, Tribunnewsbogor.com/Uyun)

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Kata-kata Terakhir Anton Medan Sebelum Wafat, Bikin Anak Cucu Menangis : Insya Allah Husnul Khotimah

SIMAK ARTIKEL LAIN TENTANG ANTON MEDAN DI SINI



Penulis: Putradi Pamungkas

Berita Populer