Anak Anton Medan Ungkap Wasiat Haru Sang Ayah Sebelum Meninggal : Papa Ingat Mati

Penulis: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Anton Medan, mantan perampok dan mafia judi di Jakarta yang kini menjadi pemuka agama bagi para narapidana.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Anak Anton Medan ungkap kata-kata terakhir sang ayah sebelum meninggal dunia, singgung soal makam di pesantren.

Meninggalnya Anton Medan menghadirkan kesedihan mendalam untuk istri dan anak-anaknya.

Sebelum meninggal, Anton Medan sempat mengucapkan pesan terakhir untuk 7 anak dan 12 cucunya.

Setelah jenazah Anton Medan dikuburkan hari ini, Selasa (16/3/2021), sang anak pun mengungkapkan kekagumannya terhadap sosok sang ayah.

Meski di masa lalu, Anton Medan adalah seorang preman serta sudah bolak-balik masuk penjara, namun ia menemukan hidayahnya dengan memeluk agama Islam.

Anton Medan menjadi mualaf dan disaksikan oleh almarhum KH Zainuddin MZ di tahun 1992.

Kemudian, ia pun bertobat secara sunguh-sungguh.

Namanya berubah menjadi Ramdhan Effendy, dan mulai menekuni pekerjaannya menjadi seorang mubaligh.

Hal itu membuat sang anak makin bangga terhadap almarhum ayahnya.

"Saya selalu bilang sedari kecil, saya selalu bangga menjadi anaknya Anton Medan. Kami bangga jadi anaknya Anton Medan.

Whatever orang mau bilang papa saya bekas penjahat atau apa," ujar sang anak, Delly Viki Ramdani, dilansir TribunnewsBogor.com dari Youtube Cumi Cumi, Selasa (16/3/2021).

Ramdhan Effendi atau lebih dikenal dengan nama Anton Medan (Kompas.com/Robertus Belarminus)

Menurutnya, masa lalu Anton Medan kini tidak penting lagi.

Yang terpenting, ia berdoa bahwa insya Allah Anton Medan wafat dalam keadaan husnul khotimah.

Sebab, syiar yang dilakukan Anton Medan selama hidupnya itu tak cuma untuk masyarakat luas, tapi diutamakan untuk keluarganya, anak, istri dan cucunya.

"Menurut kami, insya allah beliau husnul khotimah. Karena, sedikit banyak beliau mengajarkan agama kepada kami. Jadi menurut kami, beliau luar biasa," tambah sang anak.

Bahkan, Anton Medan pun mendirikan sebuah pondok pesantren.

Saat akan membangun pesantren, Anton Medan sempat memberikan wasiat dan pesan terakhir untuk dibuatkan makam.

Hal tersebut karena diakui sang anak, Anton Medan selalu teringat dengan kematian.

"Jadi sebelum pondok pesantren ini dibangun, papa saya ingat mati dulu,"

"Karena setiap orang pasti akan berpulang kepada Allah SWT," papar anak.

Halaman
12


Penulis: Putradi Pamungkas

Berita Populer