Pengakuan Guru yang Mengajar Siswa SLB Bernama Busairi di Aceh, Akui Ada Suka Duka Tersendiri

Penulis: Restu Wahyuning Asih
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Penyandang Tuna Grahita, Busairi yang masih semangat belajar di usianya yang menginjak 32 tahun.

"Muridnya itu kalau yang sudah pernah saya ngajar paling tua itu Bapak Busairi itu 32 tahun. Ada juga yang umur 23 tahun dia SMP," kata Puteri.

Mengapa bisa demikian, karena mereka waktu kecilnya tidak disekolahkan tepat waktu.

Yang Puteri ketahui orang tua mereka menunda sekolah.

Busairi sudah pernah sekolah SD, tapi karena semangat belajarnya yang tinggi ia jadi ingin kembali bersekolah.

Kegiatannya di sekolah juga sama seperti siswa biasa.

"Kegitan Busairi sama seperti anak biasa, sekolah, olahraga," ucap Puteri.

Dalam belajar Busairi juga tidak mempunyai mata pelajaran kesukaan atau yang fokus ditekuni.

"Busairi enggak ada pelajaran yang fokus ditekuni, semua dia mau belajar. Kalau dia lebih diajari nulis, berhitung. Karena kalau lebih tinggi dari itu dia enggak ngerti."

"Nulis aja kita ajari belum bisa-bisa. Kalau guru ajarin nulis, dia semangat banget nulisnya sampai selembar penuh ditulisin."

"Tapi ya nulisnya asal-asal gitu. Pernah saya suruh nulis sampai dua lembar, dia nulis enggak berhenti-berhenti. Baru saya bilang enggak usah nulis lagi," ujar Puteri.

Saat diberi tugas untuk menulis di rumah pun Busairi dengan senang dan semangat mengerjakannya.

Namun, memang yang ditulis Busairi selalu sama hanya itu-itu saja.

"Kemarin itu pernah saya bilang, di rumah nulis juga ya. Yaudah dia nulis juga sampai selembar gitu penuh. Tapi yang dia tulis sama, gitu-gitu aja," tutur wanita asal Aceh ini.

Sosok Busairi bagi Puteri

Menurut Puteri, Busairi adalah sosok siswa yang patuh.

Karena selama bersekolah Busairi tidak pernah melawan guru.

Ia juga orang yang ramah dan suka tersenyum.

Namun tak bisa dipungkiri sifatnya kadang masih seperti anak-anak.

"Busairi, dia ramah, suka senyum. Sifatnya kaya anak-anak suka ngadu gitu. Tapi dia sensitif, kalau diejek sedikit langsung marah," ungkapnya.

Puteri menambahkan, secara keseluruhan sifat Busairi ini memang masih seperti anak-anak.

Halaman
1234


Penulis: Restu Wahyuning Asih
Editor: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer