Begitu Dilantik, Joe Biden Langsung Hapus Sederet Aturan, Cabut Larangan Masuk bagi Negara Muslim

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden terpilih AS Joe Biden berpartisipasi dalam pertemuan virtual dengan Konferensi Wali Kota Amerika Serikat di Ratu di Wilmington, Delaware, pada 23 November 2020. Presiden terpilih AS Joe Biden pada hari Senin menunjuk Antony Blinken yang sangat berpengalaman sebagai sekretaris negara, juga mencalonkan kepala intelijen wanita pertama dan seorang tsar untuk masalah iklim, dengan janji untuk kembali ke keahlian setelah tahun-tahun penuh gejolak Donald Trump.

Kepala Kepolisian Metropolitan Washington DC, Robert Contee, mengumumkan hal tersebut sebagaimana dilansir dari Reuters, Rabu (13/1/2021).

Sedangkan pada pelantikan Donald Trump sebagai Presiden AS pada 2016 lalu, anggota Garda Nasional yang diterjunkan sebanyak 8.000 personel sebagaimana dilaporkan oleh Reuters.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyerukan kepada pendukungnya untuk tidak melakukan kekerasan dalam bentuk apa pun ketika pelantikan Biden.

Pekan lalu, pendukung Trump menyerbu Gedung Capitol di Washington DC untuk mencegah Kongres AS mengesahkan kemenangan Biden dalam pemilu AS.

“Saya mendesak tidak boleh ada kekerasan, tidak ada pelanggaran hukum, dan tidak ada vandalisme dalam bentuk apa pun,” ujar Trump dalam pernyataan yang dikeluarkan Gedung Putih.

“Bukan itu yang saya perjuangkan, dan bukan pula yang diperjuangkan Amerika. Saya meminta semua orang Amerika untuk membantu meredakan ketegangan dan menenangkan emosi,” imbuh Trump dalam pernyataannya.

Aplikasi penyedia layanan persewaan kamar, AirBNB, membatalkan semua pemesanan kamar di Washington DC pada pekan pelantikan Biden.

Baca: Donald Trump Segera Tinggalkan Gedung Putih, Tak Ada Penghormatan 21 Senjata saat Perpisahan

Baca: Terkait Kerusuhan Gedung Capitol, Pendukung Donald Trump Disebut Ingin Bunuh Anggota Parlemen AS

Jalan di dekat Gedung Capitol, yang dibanjiri oleh pengunjuk rasa 6 Januari lalu, telah ditutup.

Layanan Taman Nasional juga menutup Monumen Washington untuk tur.

Bahkan, Wali Kota Washington DC Muriel Bowser juga meminta orang-orang untuk tidak datang ke Washington DC pada saat pelantikan Biden.

Rakyat AS cukup melihat pelantikan Biden yang disiarkan secara langsung di rumah masing-masing.

Pasukan Garda Nasional yang akan dikerahkan tersebut bakal bertanggung jawab untuk mengamankan Washington DC bahkan sebelum pelantikan Biden.

Dua orang pejabat mengatakan Pasukan Garda Nasional dapat mewakili petugas Kepolisian Washington DC untuk menjalankan fungsi penegakan hukum jika diperlukan.

Baca: Pendemo Wanita Gasak Laptop Nancy Pelosi saat Gedung Capitol Rusuh, akan Dijual ke Mata-mata Rusia

Diberitakan sebelumnya, Ribuan pendukung Donald Trump dikabarkan bakal mengepung Gedung Capitol menjelang pelantikan Biden.

Kabar itu disampaikan oleh seorang anggota DPR AS, Conor Lamb, yang diberi pengarahan tentang serangkaian ancaman baru terhadap anggota Kongres AS pada Senin (11/1/2021).

"Mereka berbicara tentang 4.000 'patriot' bersenjata untuk mengepung Capitol dan mencegah Demokrat masuk," kata Lamb, seorang politikus dari Partai Demokrat, kepada CNN.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Amankan Pelantikan Joe Biden, 20.000 Garda Nasional Dikerahkan"

(TribunnewsWiki.com/Nur) (Kompas.com/Danur Lambang Pristiandaru)



Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
BERITA TERKAIT

Berita Populer