Begitu Dilantik, Joe Biden Langsung Hapus Sederet Aturan, Cabut Larangan Masuk bagi Negara Muslim

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden terpilih AS Joe Biden berpartisipasi dalam pertemuan virtual dengan Konferensi Wali Kota Amerika Serikat di Ratu di Wilmington, Delaware, pada 23 November 2020. Presiden terpilih AS Joe Biden pada hari Senin menunjuk Antony Blinken yang sangat berpengalaman sebagai sekretaris negara, juga mencalonkan kepala intelijen wanita pertama dan seorang tsar untuk masalah iklim, dengan janji untuk kembali ke keahlian setelah tahun-tahun penuh gejolak Donald Trump.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden terpilih AS, Joe Biden, akan dilantik dan mengambil sumpah jabatan pada Rabu (20/1/2021).

Prosesi pelantikan Biden akan dimulai sekitar tengah hari, waktu Washington DC.

Mantan Wakil Presiden AS di masa Barack Obama itu akan bergerak cepat.

Segera setelah memasuki Gedung Putih, ia akan langsung mengubah berbagai aturan era Trump.

Satu di antara kebijakannya adalah mewajibkan penggunaan masker di tengah pandemi Covid-19.

Pasalnya, di masa pemerintahan Donald Trump, dia sendiri bandel menggunakan masker.

Dilansir Kompas.com dari BBC, berikut ini serangkaian kebijakan Biden yang akan langsung diterapkan:

- Kembalinya AS ke perjanjian iklim Paris, yaitu pakta global tentang pengurangan emisi karbon.

- Mencabut larangan perjalanan dari sebagian besar negara mayoritas Muslim.

- Mewajibkan pemakaian masker di properti federal, dan saat bepergian antarnegara bagian.

- Perluasan pembatasan aktivitas secara nasional berkaitan dengan pandemi Covid-19.

Baca: Meski Akui Kemenangan Presiden AS Baru Joe Biden, Donald Trump Ternyata Sesumbar Masih Ingin Melawan

Presiden terpilih Joe Biden menyampaikan pidato Thanksgiving di Queen Theatre pada 25 November 2020 di Wilmington, Delaware. Saat Biden menunggu persetujuan untuk briefing resmi keamanan nasional, nama-nama anggota tim keamanan nasionalnya diumumkan kemarin ke publik. Seruan terus berlanjut agar Presiden Trump mengakui pemilihan dan membiarkan transisi berlanjut tanpa penundaan lebih lanjut. (Mark Makela / Getty Images / AFP)


Berbagai langkah itu hanya sebagian dari rancana ambisius Biden dalam sepuluh hari pertamanya.

Dirinya juga berencana mengajukan UU imigrasi baru ke Kongres, serta berfokus pada pengesahan rencana stimulus 1,9 triliun dollar AS (Rp 26,7 kuadriliun) guna membantu pemulihan ekonomi negara saat pandemi.

Soal vaksin, Biden akan menyalurkan 100 juta dosis vaksin dalam 100 hari pertamanya.

"Presiden terpilih Biden akan mengambil tindakan - tidak hanya membalikkan kerusakan paling parah dari pemerintahan Trump - tetapi juga untuk mulai memajukan negara kita," tulis Kepala Staf Gedung Putih Ron Klain di memo yang dikutip BBC.

Kendati demikian, langkah Biden tak akan mudah.

Pasalnya AS kini tengah mengalami pukulan telak akibat pandemi.

Apa lagi pergolakan politik yang terjadi akhir-akhir ini.

20.000 Garda Nasional Dikerahkan untuk Amankan Pelantikan Biden

ILUSTRASI - WASHINGTON, DC - 06 JANUARI: Anggota Garda Nasional dan polisi Washington D.C. menjauhkan sekelompok kecil demonstran dari Capitol AS pada 6 Januari 2021 di Washington, DC. Massa pro-Trump menyerbu Capitol sebelumnya, memecahkan jendela dan bentrok dengan petugas polisi. Pendukung Trump berkumpul di ibu kota negara untuk memprotes ratifikasi kemenangan Electoral College Presiden terpilih Joe Biden atas Presiden Donald Trump dalam pemilu 2020. Spencer Platt / Getty Images / AFP (PLATT SPENCER / GETTY IMAGES AMERIKA UTARA / Getty Images via AFP)


Baca: Catatan Miring Akhir Jabatan Trump: Langgar Tradisi Gedung Putih, Tak Dapat Penghormatan Ala Militer

Baca: Tak Undang Jill Biden Tur Gedung Putih, Melania Trump Jadi Ibu Negara Pertama yang Langgar Tradisi

Garda Nasional akan menerjunkan 20.000 personelnya untuk mengamankan upacara pelantikan Presiden Amerika Serikat ( AS) terpilih Joe Biden pada 20 Januari mendatang.

Kepala Kepolisian Metropolitan Washington DC, Robert Contee, mengumumkan hal tersebut sebagaimana dilansir dari Reuters, Rabu (13/1/2021).

Sedangkan pada pelantikan Donald Trump sebagai Presiden AS pada 2016 lalu, anggota Garda Nasional yang diterjunkan sebanyak 8.000 personel sebagaimana dilaporkan oleh Reuters.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyerukan kepada pendukungnya untuk tidak melakukan kekerasan dalam bentuk apa pun ketika pelantikan Biden.

Pekan lalu, pendukung Trump menyerbu Gedung Capitol di Washington DC untuk mencegah Kongres AS mengesahkan kemenangan Biden dalam pemilu AS.

“Saya mendesak tidak boleh ada kekerasan, tidak ada pelanggaran hukum, dan tidak ada vandalisme dalam bentuk apa pun,” ujar Trump dalam pernyataan yang dikeluarkan Gedung Putih.

“Bukan itu yang saya perjuangkan, dan bukan pula yang diperjuangkan Amerika. Saya meminta semua orang Amerika untuk membantu meredakan ketegangan dan menenangkan emosi,” imbuh Trump dalam pernyataannya.

Aplikasi penyedia layanan persewaan kamar, AirBNB, membatalkan semua pemesanan kamar di Washington DC pada pekan pelantikan Biden.

Baca: Donald Trump Segera Tinggalkan Gedung Putih, Tak Ada Penghormatan 21 Senjata saat Perpisahan

Baca: Terkait Kerusuhan Gedung Capitol, Pendukung Donald Trump Disebut Ingin Bunuh Anggota Parlemen AS

Jalan di dekat Gedung Capitol, yang dibanjiri oleh pengunjuk rasa 6 Januari lalu, telah ditutup.

Layanan Taman Nasional juga menutup Monumen Washington untuk tur.

Bahkan, Wali Kota Washington DC Muriel Bowser juga meminta orang-orang untuk tidak datang ke Washington DC pada saat pelantikan Biden.

Rakyat AS cukup melihat pelantikan Biden yang disiarkan secara langsung di rumah masing-masing.

Pasukan Garda Nasional yang akan dikerahkan tersebut bakal bertanggung jawab untuk mengamankan Washington DC bahkan sebelum pelantikan Biden.

Dua orang pejabat mengatakan Pasukan Garda Nasional dapat mewakili petugas Kepolisian Washington DC untuk menjalankan fungsi penegakan hukum jika diperlukan.

Baca: Pendemo Wanita Gasak Laptop Nancy Pelosi saat Gedung Capitol Rusuh, akan Dijual ke Mata-mata Rusia

Diberitakan sebelumnya, Ribuan pendukung Donald Trump dikabarkan bakal mengepung Gedung Capitol menjelang pelantikan Biden.

Kabar itu disampaikan oleh seorang anggota DPR AS, Conor Lamb, yang diberi pengarahan tentang serangkaian ancaman baru terhadap anggota Kongres AS pada Senin (11/1/2021).

"Mereka berbicara tentang 4.000 'patriot' bersenjata untuk mengepung Capitol dan mencegah Demokrat masuk," kata Lamb, seorang politikus dari Partai Demokrat, kepada CNN.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Amankan Pelantikan Joe Biden, 20.000 Garda Nasional Dikerahkan"

(TribunnewsWiki.com/Nur) (Kompas.com/Danur Lambang Pristiandaru)



Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
BERITA TERKAIT

Berita Populer