Pendukung Belum Rela Trump Lengser, FBI Takut Pendemo Bersenjata Serbu DPR saat Pelantikan Biden

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: haerahr
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI Pendemo Bersenjata. Polisi anti huru hara mendorong kembali kerumunan pendukung Presiden AS Donald Trump setelah mereka menyerbu gedung Capitol pada 6 Januari 2021 di Washington, DC.

Pendemo seringkali dipersenjatai dengan karaben semi-otomatis dan senapan taktis.

Stewart Rhodes, seorang veteran tentara, yang mendirikan Oath Keepers pada 2009 sebagai reaksi terhadap kepresidenan Barack Obama, telah mengatakan selama berminggu-minggu sebelum kerusuhan Capitol bahwa kelompoknya sedang mempersiapkan perang saudara.

“Bersenjata, bersiap untuk masuk jika presiden memanggil kami,” katanya.

Puluhan ditangkap

Seorang wanita ditembak di dada pada Rabu (6/1/2021) sore setelah kerusuhan pecah ketika puluhan pendukung Trump melanggar batas keamanan di Capitol. Wanita meninggal dunia di rumah sakit beberapa jam kemudian, kata sumber penegak hukum. (SWNS FOR DAILY MAIL)

Baca: Donald Trump Tak Mau Hadiri Acara Pelantikan, Joe Biden: Itu Hal Baik Dia Tak Muncul

Sejauh ini, lebih dari 110 orang telah ditangkap atas tuduhan terkait kerusuhan Capitol, mulai dari pelanggaran jam malam hingga kejahatan federal yang serius terkait dengan pencurian dan kepemilikan senjata.

FBI memperingatkan potensi pertumpahan darah lebih banyak.

Dalam buletin internal yang dikeluarkan pada hari Minggu, biro tersebut memperingatkan rencana protes bersenjata di semua 50 ibu kota negara bagian dan di Washington, DC dalam beberapa minggu mendatang.

Departemen Polisi di kota-kota penting seperti New York, Los Angeles, Las Vegas, Houston dan Philadelphia mengumumkan bahwa mereka sedang menyelidiki apakah anggota agensi mereka berpartisipasi dalam kerusuhan Capitol.

Otoritas transit wilayah Philadelphia juga sedang menyelidiki apakah tujuh petugas polisi yang menghadiri rapat umum Trump di Washington, DC melanggar undang-undang.

(TribunnewsWiki.com/Ahmad Nur Rosikin)



Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: haerahr
BERITA TERKAIT

Berita Populer